Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 12 Feb 2019 16:18 WIB

RI Mestinya 'Berguru' Bangun Infrastruktur dari Jepang, Bukan China

Trio Hamdani - detikFinance
Tol Balikpapan-Samarinda/Foto: Istimewa/PT Wijaya Karya Tol Balikpapan-Samarinda/Foto: Istimewa/PT Wijaya Karya
Jakarta - Pembangunan tol di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) gencar dilakukan. Bahkan, setelah Tol Trans Jawa di sisi utara Pulau Jawa tersambung, pembangunan tol akan dilanjutkan di sisi selatan.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengkritik kebijakan pembangunan tol tersebut. Menurut Djoko Indonesia semestinya belajar dari Jepang dalam membangun infrastruktur transportasi karena negara Matahari itu terbit memiliki karakteristik kepulauan, sama seperti Indonesia.


Sebagai negara kepulauan Jepang lebih mengutamakan transportasi kereta.

"Kepulauan Jepang contohnya mendekati ya, kereta mereka. Publik transportasi di sana kalau nggak salah sekitar 57% itu menggunakan kereta masyarakat," katanya kepada detikFinance, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

"Jadi harus bagaimana, ya kita bangun transportasi sesuai kebutuhan negara kita sendiri dan kemampuan kita sendiri," lanjutnya.


Djoko juga mengkritik pemerintah yang kerap membandingkan pembangunan tol Indonesia dengan China. Dia meminta pemerintah jangan terlalu terpaku pada China yang gencar membangun tol sehingga ingin mengejar ketertinggalan Indonesia dari negeri tirai bambu itu.

Menurut Djoko China dan Indonesia tak bisa dibandingkan secara sejajar karena geografis kedua wilayah berbeda. China merupakan negara yang dipenuhi daratan yang memang perlu dibangun tol.

"Ke depan kita jangan mengejar 'oh China (sudah punya tol) sekian km.' Lho China itu daratan loh, kontinental. Indonesia itu kepulauan, nggak bakal bisa menyamai China, beda. Jangan selalu dibandingkan China sekian km. Itu nggak bisa, tidak apple to apple," lanjutnya," jelasnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed