Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Feb 2019 17:28 WIB

Trans Jawa Disebut Mahal, Basuki: Pindah ke Kapal

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Istimewa/Kementerian PUPR Foto: Istimewa/Kementerian PUPR
Jakarta - Tarif Tol Trans Jawa masih dinilai mahal, terutama bagi angkutan logistik seperti truk. Padahal, saat ini pemerintah sudah memberikan diskon 15% kepada pengguna tol jarak jauh.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, sejatinya jalan Tol Trans Jawa ini merupakan jalur alternatif bagi logistik. Bila terasa mahal, maka logistik bisa lewat jalur lain.

"Sebetulnya kita inginnya, jalan tol ini alternatif. Kalau terlalu mahal, pindah ke kapal," kata Basuki di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Sementara, kata Basuki, untuk kendaraan golongan 1 atau angkutan penumpang memang lebih baik menggunakan jalur Trans Jawa. Hal itu, juga bisa membantu sektor usaha di lingkup jalan tol.


"Kalau golongan 1 kan mereka nyaman. Ya kan? Pantura jadi ada ruang bagi mereka. Misalnya keluhan para warung ada yang bilang jangan dinaiki pak, nanti warung saya kosong," kata Basuki.

Lebih dari itu, Basuki menambahkan, saat ini pemerintah masih berupaya untuk menyelesaikan persoalan mengenai tarif Tol Trans Jawa yang dianggap mahal ini. Salah satu solusi alternatifnya ialah dengan memperpanjang masa konsesi agar bisa membuat tarif lebih murah.

"Nah kita cari (solusi), lagi dibahas betul. Ada beberapa solusi. Mungkin kalau masih bisa diperpanjang konsesinya, diperpanjang konsensinya. Kalau sampai maksimum konsesi, bisa diturunkan lagi (tarifnya)," kata Basuki.

"Sekarang saya kira lagi dibahas detail antara BPJT dan BUJT. Kalau dari segi rasional saya masih oke, harga perkilometernya. Ini kan masalah transisi pengemudinya," tuturnya.



Trip Experience: Menyusuri Tol Trans Jawa dan Jalur Pantura
Trans Jawa Disebut Mahal, Basuki: Pindah ke Kapal
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed