Dengan menelan biaya investasi sebesar Rp 16,8 triliun, tol ini digarap oleh PT Hutama Karya (Persero) lewat mekanisme penugasan. Pendanaannya mengandalkan 52% dari ekuitas (PMN Rp 2,217 triliun dan obligasi yang diterbitkan Hutama Karya Rp 6,5 triliun), dan sisanya 48% (Rp 8,067 triliun) dipenuhi lewat pinjaman dari 7 sindikasi perbankan.
Rencananya, peresmian jalan tol yang groundbreaking pada 2015 lalu ini akan dilaksanakan awal Maret 2019 mendatang. Saat ini proses uji laik operasi dan laik fungsi telah selesai dilakukan sehingga tinggal menunggu peresmian yang rencananya akan dilakukan Presiden Jokowi.
Adanya Tol Trans Sumatera diharapkan membantu menurunkan biaya logistik sehingga berbagai produk unggulan serta hasil bumi dan sumber daya dapat terdistribusi dengan baik dengan waktu yang cepat disertai biaya yang terjangkau.