Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 20 Mar 2019 13:30 WIB

Kereta Trans Sulawesi Dikritik JK, Menhub: Harus Berani Investasi

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kereta Trans Sulawesi/Foto: Eduardo Simorangkir Kereta Trans Sulawesi/Foto: Eduardo Simorangkir
Barru - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan jalur kereta Trans Sulawesi penting untuk menjadi pendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi. Hal ini sekaligus menjawab kritik Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang menganggap kebutuhan jalur kereta di Sulawesi berbeda dengan di Jawa.

Untuk optimalisasi pengoperasian jalur kereta, maka nantinya dikombinasikan penggunaan jalur untuk angkutan penumpang dan barang. Angkutan barang disebut bakal menjadi primadona seperti yang sudah dilakukan di Sumatera Selatan.

"Menjawab kritik itu justru kereta ini akan kita fungsikan sebagai angkutan barang. Contohnya Sumatera Selatan, sekarang cashflow KAI itu dari angkutan barang," katanya saat ditemui di lokasi pengerjaan jalur kereta lintas Makassar-Parepare di Pekkae, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Rabu (20/3/2019).


"Di sana angkutan barangnya 20-30% tapi cost-nya rendah. Ini juga jadi contoh bahwa angkutan manusia itu bisa juga dijadikan angkutan barang. Baru setelah itu kita bertahap daerah-daerah lain kita lakukan. Tapi pondasi angkutan berbasis rel itu harus dilakukan," tambahnya.

Budi bilang pembangunan jalur kereta di Sulawesi sama kejadiannya seperti saat pembangunan jalur kereta di Sumatera dahulu. Saat itu, logistik yang diangkut pada jalur kereta di Sumatera masih sedikit namun pada akhirnya menemui titik ekonomisnya.

"Ini suatu pelajaran yang baik karena kita kan bukan Jawasentris, tapi Indonesiasentris. Oleh karena itu kita harus berani memberikan Sulawesi berinvestasi. Di masa mendatang kalau kereta angkutan penumpang ini sudah jadi, bukan tidak mungkin di Barru ini banyak pemukiman-pemukiman. Dan kalau yang pintar, mereka sudah minta izin lokasi ke Wali Kota untuk dikembangkan karena angkutan kereta api itu paling diminati," ungkapnya.

(eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com