Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 17 Agu 2019 15:23 WIB

Bandara di Ibu Kota Baru Bakal Dikembangkan Bareng Swasta

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto Ilustrasi/Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto
Jakarta - Pemerintah berencana memindahkan ibu kota ke Pulau Kalimantan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal siap mengembangkan bandara internasional bila lokasi ibu kota baru sudah ditetapkan.

"Di mana pun ibu kota barunya, bandara itu lah yang akan kita berdayakan, pengembangan dan sebagainya. Kalau ibu kota ini begitu ditunjuk baru kita berdayakan (bandaranya)," ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya usai upacara di kantornya, Jakarta Pusat, Sabtu (17/8/2019).

Skema pengembangannya sendiri akan dilakukan dalam bentuk Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Dalam hal ini Budi Karya menjelaskan, BUMN operator bandara akan bekerja sama pengembangan bandara dengan pihak swasta.

"Iya KPBU. Disana kan sekarang sudah punya AP I dan AP II semua, dari mereka yang akan kerja sama dengan swasta nanti," ungkap Budi.


Salah satu yang mau dikembangkan adalah landasan pacu alias runway. Nantinya bandara internasional di ibu kota baru ditargetkan punya runway sepanjang 3.000 meter (m).

"Sekarang masing masing 2.500-2.800 (meter) semua nanti diperpanjang 3.000 (meter)," pungkas Budi.

Lalu, di Kalimantan sendiri terdapat tiga bandara internasional yang bisa jadi potensi pengembangan, antara lain Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur, dan Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.



Simak Video "Dear Pemerintah, Waspadai Isu Lingkungan yang Bisa Muncul di Ibu Kota Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com