Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 20 Agu 2019 23:03 WIB

RI Bangun Istana hingga Pelabuhan Rp 11 Triliun di Afrika

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi/Foto: Dok. Kemenerian Luar Negeri Menteri Luar Negeri Retno Marsudi/Foto: Dok. Kemenerian Luar Negeri
Nusa Dua - Pemerintah bersama negara-negara Afrika mencapai kesepakatan bisnis sebesar US$ 822 juta atau sekitar Rp 11,5 triliun (kurs Rp 14.000) dalam perhelatan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue yang digelar pada 20-21 Agustus 2018 di Nusa Dua, Bali.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan angka tersebut masih berpeluang bertambah karena ada kemungkinan kesepakatan-kesepakatan susulan sampai agenda tersebut berakhir.

"Tahun lalu US$ 586 juta. Sekarang US$ 822 juta selama dua hari ini. Belum lagi yang susulan-susulan karena terbuka kemungkinan yang lain," kata Retno di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019).


Adapun rinciannya yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) yang mendapatkan kesepakatan bisnis US$ 10 juta dari Pemerintah Niger untuk membangun Istana Negara Niger zona 3, dan kesepakatan sebesar US$ 250 juta dari badan usaha dan pemerintah Senegal untuk membangun kawasan bisnis terpadu.

Lalu WIKA juga memperoleh kesepakatan bisnis senilai US$ 200 juta dari Pantai Gading untuk membangun perumahan dari Pemerintah Pantai Gading, serta kesepakatan bisnis sebesar US$ 190 juta untuk pembangunan pelabuhan terminal liquid dari Tanzania.

Kemudian Kimia Farma memperoleh kesepakatan bisnis sebesar US$ 2,5 juta dari perusahaan asal Nigeria, Topwide Pharmaceutical untuk perjanjian pendistribusian. Lalu Bio Farma memperoleh kesepakatan bisnis senilai US$ 7,5 juta dari Tanzania dan Nigeria.


Sisanya yakni Dexa Group mencatatkan kesepakatan bisnis US$ 1,5 juta dari Tanzania, Indesso Aroma mendapatkan kesepakatan sebesar US$ 2,5 juta dari Tanzania, PT Energi Mega Persada Tbk mencatatkan kesepakatan US$ 83 juta dari Mozambik, serta US$ 25 juta untuk penambangan dari Mozambik.

Retno menjelaskan, sebelum perhelatan IAID berlangsung, pemerintah bersama beberapa BUMN terkait telah melakukan pembicaraan proyek-proyek di Tanah Afrika secara detail.

"Kami sudah bicara tentang proyek secara detail, apa yang sedang dibangun, apa yang akan dibangun secara menyeluruh. Satu benua ada gambarnya. Jadi kami bisa tahu bagaimana kalau mau membangun railway, melalui rute mana," jelas Retno.

Simak Video "Menlu Sebut Pentingnya Diplomasi Digital Untuk Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com