Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 05 Sep 2019 15:25 WIB

Pembentukan Holding Infrastruktur Tinggal Tunggu Restu Jokowi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma-detikFinance Foto: Hendra Kusuma-detikFinance
Jakarta - Pemerintah akan membentuk holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) infrastruktur. Nantinya, beberapa BUMN akan dilebur menjadi satu.

Menurut Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo holding BUMN infrastruktur dan perumahan masih menunggu payung hukum. Payung hukumnya sendiri masih digodok pemerintah, kata Bintang kini prosesnya masih di Kementerian Sekretariat Negara.

"Holding prosesnya sudah di Setneg tinggal nunggu ke bapak Presiden (aturannya). Itu sudah di luar (wewenang) kami," kata Bintang di Kantor Kementerian BUMN, Kamis (5/9/2019).


Hutama Karya sendiri akan menjadi leading alias induk dalam holding infrastruktur. Untuk anggotanya ada PT Waskita Karya Tbk, PT Jasa Marga Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Yodya Karya, PT Indra Karya.

Yang pasti, Bintang menyatakan pihaknya dan beberapa BUMN lainnya, sudah menyiapkan semua berkas dan sudah disetor ke Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kini pihaknya menunggu payung hukum untuk pembentukan holding ini.

"Pokoknya, kami sudah siapkan semua dan sudah disubmit ke Menteri BUMN dan Bu Menkeu, prosesnya sekarang ada di Setneg," kata Bintang.



Simak Video "Melihat Lagi BJ Habibie Bicara tentang Infrastruktur Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com