Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 02 Okt 2019 19:13 WIB

Bandara Purbalingga Dikebut Rampung Mei 2020

Arbi Anugrah - detikFinance
Menteri BUMN Rini Soemarno di Purbalingga/Foto: Arbi Anugrah/detikcom Menteri BUMN Rini Soemarno di Purbalingga/Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Purbalingga - Menteri BUMN, Rini Soemarno meninjau progres pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah. Pengerjaan pembangunan bandara tersebut terus dikejar agar rampung sesuai target pada Mei 2020.

"Waktu kita memulai pembangunan ini komitmennya adalah bulan Mei tahun 2020 bisa selesai. Sehingga waktu Hari Raya sudah bisa dimanfaatkan, jadi tentunya saya ingin melihat bagaimana progresnya mengingat sebentar lagi akan musim hujan jadi," kata Menteri BUMN Rini Soemarno kepada wartawan, Rabu (2/10/2019) sore.

Meskipun demikian, ternyata terdapat sedikit kendala dalam pembangunan tersebut. Dimana tanah yang berada di jalur Run Way sedikit gembur dan menjadi perhatian untuk penguatan tanah di area tersebut.

"Ternyata memang dalam hal tanahnya ada sedikit yang harus di menjadi perhatian, harus ada penguatan tanah karena 6 meter di bawah tanahnya sedikit lembek, sedikit gembur. Sehingga itu harus diberikan kayak semacam kolom-kolom untuk memperkuat. Tapi insya Allah tetap bisa mencapai target dan kita bisa kerja 24 jam jadi bekerja sesuai target seperti yang dijanjikan," ucapnya.


Selain itu, lanjut dia target tahun ini yang utama adalah terminal harus sudah mulai dibangun. Desain terminal bandara Jenderal Besar Soedirman baru selesai Minggu depan dan pembangunan terminal dimulai pada bulan November 2019.

"Desainnya baru selesai Minggu depan, tapi saya minta kalau bisa bulan November ini pembangunan sudah mulai. Sehingga ya harapan, Mei selesai semua. Jadi salah satu targetnya akhir tahun ini yerminal sudah mulai dibangun dan mulai pembangunan pengecoran run way mulai bisa dilakukan," jelasnya.

Dia menjelaskan, untuk membuat beton beton agar tanah pada run way tersebut tidak amblas, perlu menggunakan alat alat yang rencananya akan datang dalam dua Minggu ini. Salah satunya didatangkan dari Singapura.

"Tiap dua setengah meter harus dibuat kolam kolam itu. Di Indonesia sudah ada dua alat, tapi kita merasa kalau dua tidak akan cukup, jadi akan ambil lagi satu dari Singapura," ucapnya.

Sementara menurut Dirut Angkasa Pura II (AP II) Muhammad Awaluddin mengatakan jika saat ini progres pembangunan bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga sudah mencapai 11,1 persen. Pihaknya juga yakin dengan komitmennya akan dapat melaksanakan pembangunan sesuai target Mei 2020.


"Progres laporan dengan kondisi saat ini sudah 11,1 persen, jadi kita masih on the track dan itu komitmen kita komitmen yang disampaikan bu Menteri kepada seluruh masyarakat Purbalingga," jelasnya.

Dia menjelaskan terkait kendala adanya tanah yang lembek tersebut, pihaknya mengatakan jika telah diprediksi sebelumnya. Pasalnya sebelum melakukan pembangunan, pihaknya telah melakukan soil tes.

"Jadi soil test itu sebenarnya sudah kita dapat datanya, kalau sekarang kan lebih memastikan untuk working plan atau Rencana kerja yang akan memang berdasarkan tahapan. Jadi tadi itu berupa informasi saja ke bu Menteri," ujarnya.

Simak Video "Duh! Penumpang Dibikin Bingung di Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor"
[Gambas:Video 20detik]
(arb/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com