Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 29 Okt 2019 20:30 WIB

Jalur Gambringan-Gundih Dilalui Kereta Api Lagi Awal Desember

Akrom Hazami - detikFinance
Foto: Akrom Hazami/detikcom Foto: Akrom Hazami/detikcom
Grobogan - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang akan mengaktifkan jalur Gambringan-Gundih di Kabupaten Grobogan sebagai salah satu jalur reguler. Jalur ini sebelumnya tak dipakai untuk perlintasan kereta api reguler sejak 2005.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro menjelaskan bahwa jalur Gambringan-Gundih akan dilintasi kereta api reguler kembali.

"Di lintas Gambringan-Gundih, yang sudah tidak dilewati KA reguler sejak lama ini, akan kembali dilewati KA reguler pada 1 Desember 2019 mendatang," kata Krisbiyantoro dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/10/2019).


Krisbiyantoro menerangkan, jalur itu tak dilalui kereta api reguler sudah sejak 2005. Praktis, sudah 14 tahun, jalur tak dipakai perjalanan reguler.

"Jalur bukan tidak aktif, tapi tidak ada kereta api reguler yang lewat situ," ujar Krisbiyantoro menambahkan.

"Tapi saat itu bila digunakan tetap bisa. Trayek kereta api reguler terakhir dulu hanya KA BBM Pertamina dari Stasiun Rewulu ke Cepu," jelasnya.

Terkait pengaktifan jalur Gambringan-Gundih, KAI terus menciptakan kondisi keselamatan berlalu-lintas khususnya di perlintasan sebidang. KAI akan melakukan sosialisasi awal kepada masyarakat di sepanjang lintasan Kereta Api Gambringan-Gundih. Sosialisasi awal ini dengan menggunakan lori dresin dan juga pemasangan spanduk di titik-titik cikal bakal atau embrio perlintasan sebidang yang berpotensi akan menjadi perlintasan besar.

Dia menambahkan, hasil dari sosialisasi ini akan mengarah ke penutupan perlintasan kereta api sebidang yang membahayakan. Khususnya perlintasan yang tidak dijaga.

"Secara bertahap penutupan perlintasan yang tidak dijaga akan dilakukan di petak jalan antara Stasiun Gambringan-Stasiun Gundih tersebut," ujarnya.

Berdasarkan data KAI Daop 4 Semarang, lintas Gambringan-Gundih sepanjang hampir 10 km ini, memiliki 13 titik perlintasan tidak dijaga. Pada lintasan ini tidak digunakan sebagai jalur kereta api reguler, tetapi hanya digunakan sebagai jalur alternatif kereta api saat terjadi gangguan di lintas raya.

"Namun direncanakan pada tanggal 1 Desember 2019 nanti jalur Gambringan-Gundih akan dilewati oleh KA Sancaka Utara relasi Surabaya Pasarturi-Kutoarjo PP," terangnya.


Guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan dan menjamin keselamatan perjalanan kereta api, jajaran Manajemen KAI Daop 4 Semarang melakukan pemeriksaan lintas Gambringan-Gundih dengan menggunakan Lori Dresin pada Rabu (30/10). Ikut dalam rombongan pemeriksaan yakni Kadishub Grobogan, yang bersama-sama dengan Manajemen KAI melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat di sekitar perlintasan Gambringan-Gundih.

Selain itu, pihaknya juga memasang spanduk imbauan yang dibentangkan di titik-titik perlintasan tidak dijaga di sepanjang lintas Gambringan-Gundih.

Melalui kegiatan pemeriksaan lintas dan sosialisasi ini, lanjutnya, diharapkan masyarakat di sekitar jalur KA lintas Gambringan-Gundih dapat lebih waspada dan berhati-hati saat akan melewati perlintasan kereta api.

"Selain itu, juga diharapkan masyarakat ikut membantu terciptanya keamanan dan keselamatan perjalanan KA," pungkas Krisbiyantoro.

Simak Video "Countdown SuperM! Kai: Si Seksi ''Dancing Machine''"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com