Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Nov 2019 16:13 WIB

Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Lebih dari 30%

Nurcholis Maarif - detikFinance
Foto: Dok pemprov jabar Foto: Dok pemprov jabar
Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut Kereta Cepat Jakarta-Bandung siap beroperasi sesuai rencana pada tahun 2021. Hingga awal November 2019, konstruksi pembangunan proyek kereta dengan jarak tempuh 142,3 km ini sudah mencapai 30%.

"Posisi pembebasan lahan sudah 99,06%, kemudian konstruksi sudah 30%-an. Jadi, jadwal masih ditetapkan 2021 beroperasi," kata Emil, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, Rabu (13/11/2019).

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri rapat koordinasi percepatan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung bersama Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Selasa (12/11/19).

Emil menambahkan, kendala yang dihadapi dalam proses pembangunan adalah soal pembebasan lahan. Meski begitu, kendala terkait administrasi di pengadilan dan negosiasi besaran ganti rugi itu tersisa kurang dari 1%.


Selain itu, Emil juga menjelaskan keringanan pajak untuk para investor dan keringanan sewa lahan negara. Emil mengatakan keringanan pajak diberikan melalui insentif Tax Holiday dan pembebasan PPN.

"Bapak Luhut tadi memberikan arahan semua kemudahan akan diberikan, karena ini masuk Proyek Strategis Nasional dan teknologinya dihitung sebagai pionir," ucap Emil.

Adapun terkait insiden ledakan pipa Pertamina di lokasi proyek yang ada di Cimahi pada 22 Oktober lalu, Emil menuturkan peristiwa tersebut tidak mempengaruhi proses pengerjaan proyek oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) ini.

"Itu sudah ditindaklanjuti. Ada salah prosedur dari KCIC tidak melakukan permohonan pendampingan dari Pertamina. Pertamina kan punya SOP, (misalnya) kalau menggali ada jarak sekian meter dari pipa. Ini tidak didampingi saat pelaksanaan," kata Emil.

"Untungnya Pertamina sudah membuat pipa paralel, sehingga suplai minyak dan BBM tidak ada masalah. Dan saya kira itu (insiden ledakan pipa) tidak menghambat (proses pengerjaan proyek), karena pipanya sudah dimatikan," tambahnya.


Emil juga mengimbau KCIC agar selalu melakukan aktivitas pengerjaan proyek, khususnya di kawasan Pertamina dengan supervisi dari PT Pertamina. Menurutnya, Kereta Cepat Jakarta-Bandung diharapkan akan memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi hanya 46 menit.

Nantinya, terdapat empat stasiun yang menyokong jalur kereta cepat ini yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini, dan Stasiun Tegalluar dengan struktur 13 terowongan.

Simak Video "Duh! Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ganggu Aktivitas Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com