Bangun Kereta di Ibu Kota Baru Butuh Biaya Rp 209 T

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 20 Nov 2019 15:51 WIB
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Pembangunan transportasi berbasis rel atau perkeretaapian di ibu kota baru membutuhkan biaya hingga Rp 209,6 triliun.

"Pembangunan transportasi perkeretaapian diperkirakan membutuhkan biaya Rp 209,6 triliun," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Djoko Sasono dalam rapat kerja dengan Pansus IKN dan Komisi V DPR RI, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Biaya tersebut akan digunakan untuk membangun stasiun, kereta api subway atau bawah tanah, KRL, jalur kereta api, dan pengadaan kereta listrik.

Menurut Djoko, meski angka tersebut masih hitungan awal, Kemenhub memperkirakannya berdasarkan seluruh proyek sarana perkeretaapian yang sudah terbangun di Indonesia.

"Ini kan baru hitung-hitungan sementara. Nanti juga ada dari kajian Bappenas dan segala macam, baru akan kita hitung kembali. Jadi ini berdasarkan pengalaman kita, selama kita melakukan pembangunan di Indonesia," terang Djoko.

Ia mengakui, di antara moda transportasi lain memang untuk kereta api menelan biaya terbesar. Pasalnya, kereta api ini akan menggunakan teknologi canggih sesuai dengan konsep ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim), yakni smart city.


"Yang pasti tentunya ini pembangunan baru dan segala macam, dan teknologi yang kita buat itu kan smart city," imbuh Djoko.

Namun, ia memastikan bahwa angka tersebut masih merupakan perhitungan awal. Sehingga ke depannya masih memungkinkan untuk ada perubahan, baik penambahan anggaran maupun pengurangan.

"Tetapi ini masih hitungan awal, masih perlu kita lakukan validasi lagi. Pastinya akan ada perubahan-perubahan," pungkas dia.



Perlu diketahui, untuk pembangunan moda transportasi laut diperkirakan menelan biaya Rp 1,37 triliun. Sedangkan, untuk transportasi darat diperkirakan membutuhkan biaya hingga Rp 4,07 triliun.

Simak Video "Jokowi Sebut Ibu Kota Baru Tak Banjir dan Macet, Hadirin Tertawa"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)