Biang Kerok di Balik Kepadatan yang Sempat Terjadi di Soetta

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 16 Mei 2020 10:30 WIB
Bandara Soetta penuh/Reza
Foto: Bandara Soetta penuh/Reza
Jakarta -

Pengamat Kebijakan Publik dan Perlindungan Konsumen Agus Pambagio membeberkan beberapa akar masalah penyebab Bandara Internasional Soekarno Hatta (Bandara Soetta) sempat dipenuhi calon penumpang meski telah diterapkan kebijakan physical distancing. Menurut Agus salah satu pemicu yang memungkinkan terjadi penumpukan penumpang itu terjadi karena saat itu jadwal penerbangan belum dibatasi dan masih berlaku seperti biasanya sebelum adanya Corona.

"Sudah tahu ini kan terbatas sehingga perhubungan udara harus mengatur slot, slot nya jangan seperti slot normal, di mana tiap jam bisa 12 pesawat atau penerbangan," ujar Agus kepada detikcom, Jumat (15/5/2020).

Lantaran, penerbangan yang dibuka saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini membutuhkan setidaknya waktu 3 jam untuk sekadar pemeriksaan calon penumpang. Sehingga wajar terjadi penumpukan penumpang, seharusnya jumlah penerbangan ini dikurangi.

Sebelumnya pihak PT Angkasa Pura II dan Bandara Soetta sepakat untuk mengurangi penerbangannya yakni menjadi 5-7 penerbangan saja setiap 1 jam. Namun, menurut Agus jumlah penerbangan itu masih terlalu banyak, seharusnya pihak pengelola bandara bisa membatasi penerbangannya menjadi minimal 3 penerbangan per jam kalau bisa 1 penerbangan saja dalam 1 jam.

"Harusnya slotnya 1 saja tiap jam atau minimal 3 lah. Karena apa? Karena perlu waktu 3 jam untuk ngecek semuanya, jadi kalau kayak kemarin sudah pasti berantakan," sambungnya.

Tak hanya itu, pemerintah dalam hal ini juga bersalah sebab mengizinkan adanya layanan pengecekan atau rapid test Corona di bandara. Seharusnya, pemerintah tegas menginstruksikan kepada pihak bandara bahwa yang datang ke bandara adalah mereka yang sudah memegang surat keterangan sehat dari rumah sakit saja.

"Kemudian kita lihat struktur bandara, bandara itu tidak bisa dijadikan seperti rumah sakit. Bandara di-design sedemikian rupa untuk orang datang ke bandara check in kemudian boarding ke pesawat dan pergi, pulang juga sama jadi tidak ada tempat untuk orang sebegitu banyak dokter mengecek dan sebagainya. Nah, ini pemerintah menyalahi lagi kenapa buka check in di situ untuk kesehatan, padahal kan sudah diatur tidak boleh, orang sampai bandara itu sudah harus bawa tiket, tidak lagi ada pengecekan kesehatan," tuturnya.

Food

Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4