MRT Bundaran HI-Harmoni Beroperasi April 2025

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 22 Jul 2020 17:14 WIB
Jadwal operasional MRT dipersingkat untuk mencegah penyebaran virus corona. Pagi ini, terjadi antrian panjang di Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta, Senin (16/3).
MRT Jakarta/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pembangunan moda raya terpadu (MRT) Jakarta fase II pengerjaan CP201 terus dikebut pembangunannya di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Rute tujuan Bundaran HI-Harmoni ini ditargetkan baru bisa beroperasi pada April 2025 mendatang.

Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan konstruksi ditargetkan selesai pada Maret 2025, sehingga diharapkan April 2025 bisa langsung beroperasi.

"Rencananya pembangunan selesai Q1 2025 atau bulan Maret 2025, sehingga April 2025 diharapkan khusus CP201 ini bisa beroperasi," kata William dalam konferensi pers, Rabu (21/7/2020).

Jika proyek secara keseluruhan sudah selesai, diperkirakan jumlah penumpang MRT Jakarta mencapai 551.200 per hari pada 2025. Biaya pembangunan fase II sendiri ditaksir mencapai Rp 22,5 triliun.

"Untuk fase II ini kita sudah lihat pembangunannya Rp 22,5 triliun yang sudah dikomitmenkan oleh JICA yang pendanaannya sama dengan fase I yakni 51% akan ditanggung oleh pemerintah DKI dan sisanya oleh pemerintah pusat," tuturnya.

Sementara untuk rampung sampai ke kawasan Kota ditargetkan pada Februari 2026.

"Jadi seluruhnya akan selesai 2026 kalau itu sesuai dengan rencana yang dikerjakan sekarang," ucapnya.

Dengan tersambungnya MRT Jakarta dari Lebak Bulus hingga Kota, maka waktu tempuhnya diperkirakan mencapai 45 menit. Dalam pembangunan MRT Jakarta fase II ini terdapat Stasiun Bundaran HI, Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, dan Stasiun Kota.

"Kemudian ke utara lagi akan ada Stasiun Mangga Dua, Stasiun Ancol dan satu stasiun di depo Ancol Barat," imbuhnya.



Simak Video "Akibat Corona, Proyek MRT Bundaran HI-Harmoni Molor"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)