Luhut Sebut Bangun Transportasi Berbasis KA Bisa Hemat Rp 100 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 19 Agu 2020 12:13 WIB
Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan saat wawancara untuk detikcom di acara Blak-blakan, Kamis (19/7).
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah sedang melakukan pengembangan transportasi massal berbasis kereta api. Dengan pengembangan kereta api, pemerintah bisa menghemat anggaran hingga Rp 100 triliun.

Penghematan tersebut berasal dari biaya operasi kendaraan bermotor sebesar Rp 40 triliun dan perawatan jalan Rp 60 triliun.

"Kami juga bangun pengembangan transportasi massal, utamanya berbasis kereta api. Dengan begitu, kita bisa hemat Rp 40 triliun dari biaya operasi kendaraan bermotor, dan Rp 60 triliun untuk (perawatan) jalanan," papar Luhut dalam webinar bersama Kemenhub, Rabu (19/8/2020).

Penghematan itu menurut Luhut cukup besar jumlahnya, bahkan setara dengan 4% produk regional bruto (PDB) Jabodetabek. Belum lagi, angkutan massal ini juga bisa mengurangi kemacetan.

"Nilai itu setara 4% dari produk regional bruto Jabodetabek. Dengan angkutan massal juga bisa kurangi kemacetan signifikan," ujar Luhut.

Luhut menambahkan animo masyarakat untuk naik kereta api juga besar. Di tahun 2019 saja kereta commuter line bisa mengangkut ratusan juta penumpang.

"Data dari Kereta Commuter Indonesia, penumpang mencapai jumlah 336 juta dari Jakarta, dan dari sekita Jakarta di 2019," sebut Luhut.

Memang beberapa pengembangan moda kereta api untuk transportasi massal perkotaan terus dikebut pemerintah. Di Jakarta saja misalnya, sudah ada moda raya terpadu alias MRT, yang kini diperluas jaringannya.

Ditambah lagi, Jakarta juga bakal punya kereta ringan LRT yang menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Rencananya, proyek LRT selesai di 2022.



Simak Video "Luhut Minta Mal di Jabodetabek Tutup Pukul 19.00 WIB"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)