Bandara Kulon Progo dan Ancaman Sepi di Tengah Pandemi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 29 Agu 2020 06:30 WIB
Bandara International Airport (YIA) di Kulon Progo telah membuka layanan penerbangan sejak Kamis (7/5). Namun penerbangan baru ada hari ini, dengan dua penerbangan.
Foto: Sayoto Ashwan
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Yogyakarta International Airport (YIA) atau Bandara Kulon Progo. Dalam sambutannya, ia menyebutkan sejumlah keunggulan Bandara Kulon Progo dibandingkan Bandara Internasional Adisutjipto.

Salah satu keunggulan yang dibanggakannya adalah luas terminal yang 14 kali lebih besar dibandingkan Adisutjipto.

"Luas terminal yang lama itu 17.000 meter persegi, di sini 219.000 meter persegi. Berapa kali? 13 kali, 13-14 kali dari bandara yang lama," tutur Jokowi dalam peresmian YIA di Yogyakarta, seperti yang disiarkan dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (28/8/2020).

Dengan luas tersebut, maka kapasitas penumpangnya pun lebih banyak, yakni hingga 20 juta orang. Namun, menurut Jokowi dengan kelebihan itu maka ada pekerjaan rumah (PR) yang tak mudah, yakni mendatangkan penumpang.

"Kapasitas terminal untuk penumpang yang lama itu hanya bisa menampung 1,6 juta penumpang, di sini bisa 20 juta penumpang. Ini tugas kita bersama bagaimana bisa mendatangkan 20 juta itu. Itu bukan tugas yang ringan," tegas Jokowi.

Ia pun memaklumi jika Bandara Kulon Progo masih sepi penumpang melihat pandemi virus Corona (COVID-19) belum usai.

"Kita tahu memang ini masih dalam kondisi pandemi, kalau belum ramai saya maklum," ujarnya.

Meski begitu, ia meyakini Bandara Kulon Progo akan menjadi bandara yang paling ramai jika vaksinasi Corona sudah dimulai.

"Tapi begitu sudah mulai vaksinasi, bandara ini saya meyakini insyaallah menjadi bandara yang paling ramai. Itu yang penting yang bisa saya sampaikan," pungkas Jokowi.



Simak Video "Jokowi Ungkap Progres Penyaluran Bantuan Sosial Rp 203,9 T"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)