Sempat Ambruk, Tol Cibitung-Cilincing Ditarget Rampung Akhir Tahun

Soraya Noviika - detikFinance
Minggu, 30 Agu 2020 14:25 WIB
Mengintip proyek tol Cibitung-Cilincing yang disetop sementara
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Pengerjaan proyek Tol Cibitung-Cilincing terpaksa ditunda sementara. Lantaran, proyek tol ini sempat ambruk akibat adanya kecelakaan pada proses konstruksi saat melakukan pengecoran pada STA 31+128, Minggu (16/8) lalu.

Saat ini, pihak Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR masih menunggu hasil rekomendasi teknis dari Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2) Kementerian PUPR terkait kelanjutan pengerjaan proyek tersebut.

Meski disetop sementara, pihak kontraktor proyek ini, PT Waskita Beton Precast (WSBP) meyakinkan bahwa proyek tol bakal selesai tepat waktu sesuai target yang sudah ditentukan.

"Perusahaan belum melakukan revisi atas target penyelesaian proyek. Sehingga target penyelesaian masih sama dengan sebelumnya," ujar Plt Sekretaris Perusahaan Waskita Beton Precast, Ales Okta Pratama kepada detikcom, Minggu (30/8/2020).

Adapun penyelesaian proyek Tol Cibitung-Cilincing sebelumnya ditarget bisa selesai pada Kuartal II tahun ini, atau sekitar bulan April hingga Juni lalu. Namun, diundur karena masih terganjal masalah pembebasan lahan. Meski begitu, pihaknya tetap mengupayakan proyek jalan tol sepanjang 34 km ini bisa selesai akhir tahun ini.

"Tergantung pembebasan lahan oleh BUJT. Dalam Kontraknya bulan Desember utk Porsi WSBP," tambahnya.

Untuk diketahui, pembangunan jalan tol ini sendiri melintasi dua wilayah, yakni Jakarta bagian Utara dan Bekasi. Di wilayah Bekasi progress pembebasan lahannya kira-kira sudah mencapai 85,76% dan konstruksinya 73,23%.

Sementara, untuk di wilayah Jakarta pembebasan lahannya baru mencapai 37,85%, dengan perkembangan konstruksi mencapai 38,87%.

Tol Cibitung-Cilincing terdiri dari 4 seksi yakni seksi I Cibitung-Telaga Asih, seksi II Telaga Asih-Tembelang, seksi III Tembelang-Mekar Jaya, dan seksi IV Mekar Jaya-Cilincing.

Lebih lanjut, tol ini sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi sebesar Rp 10,80 triliun. Pembiayaan tersebut diperoleh dari ekuitas sebanyak 30% dan pinjaman sebanyak 70%.

Sebagai informasi, saham PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways sebanyak 45% dimiliki oleh PT Akses Pelabuhan Indonesia yang merupakan cucu usaha IPC. Lalu, sisanya 55% dimiliki PT Waskita Tol Road.



Simak Video "Peluang Usaha Bagi Pemula di Saat Resesi"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)