Jalan Tol Kedua di Bali Bakal Dibangun Tahun Depan

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 09 Sep 2020 19:10 WIB
Sejumlah gempa mengguncang wilayah barat Pulau Jawa yang getarannya terasa hingga Jakarta. Gempa harusnya bukan hal yang aneh terjadi di Indonesia mengingat wilayah Indonesia masuk dalam cincin api atu ring of fire.
Dengan kondisi tersebut, bagaimana ketahanan infrastruktur RI terhadap gempa? Salah satu infrastruktur yang mendapat perhatian adalah jalan tol Bali Mandara yang hampir 100% strukturnya merupakan jalan layang yang membentang di atas laut. Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim, berani menjamin jalan tol yang dikelolanya tahan terhadap gempa. Dalam desainnya, jalan tol ini tahan terhadap gempa 1.000 tahun, kata dia saat berbincang dengan detikFinance, akhir pekan lalu.
Foto: Istimewa/Jasamarga Bali Tol
Jakarta -

Pemerintah terus melanjutkan pembangunan infrastrukturnya termasuk jalan tol. Salah satu yang bakal digarap dalam waktu dekat adalah proyek tol baru di Provinsi Bali. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana membangun Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi.

"Sekarang sudah ada proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, tinggal ditandatangani perjanjian pengelolaan proyek ini oleh PT Bariko Indoraya dan PT Cipta Sejahtera Nusautama," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Adapun total nilai investasi proyek jalan tol sepanjang 95 km ini adalah sebesar Rp 19,3 triliun. Targetnya, konstruksi proyek ini dapat dimulai per Juni 2021 mendatang dengan target operasi bertahap mulai Agustus 2022 mendatang.

"Agustus 2022 bisa beroperasi," imbuhnya.

Untuk tahap pertama pembangunan akan dilakukan dari Pekutatan - Soka dengan panjang sekitar 23,6 km. Tahap kedua akan dilanjutkan dari Soka ke Mengwi sepanjang 21,8 km, dan tahap ketiga baru dari Gilimanuk ke Pekutatan sepanjang 50,2 km.

Meskipun rencana titik akhir jalan tol tersebut berada di Mengwi, dari Soka rencananya akan dibangun lagi jalan tol baru menuju Bandara Bali Utara. Panjang jalan tol kubutambahan tersebut mencapai 60 km.

"Kemarin rapat dengan para BUMN dan Menhub karena adanya ini maka akan dibangun tol ini sepanjang 60 km anggarannya sekitar Rp 14 triliun," tambahnya.

(fdl/fdl)