Lewat Cara Ini, Australia hingga Arab Minat Biayai Proyek Tol RI

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2020 22:00 WIB
Tol Banda-Aceh Sigli Seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 14 km
Ilustrasi tol/Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan peluang sejumlah negara berinvestasi di Indonesia untuk membangun tol. Dana asing tersebut bisa masuk melalui Sovereign Wealth Fund (SWF).

Dia mengatakan yang dibutuhkan saat ini adalah studi yang tepat sebelum dimulainya pembangunan jalan tol.

"Kita berharap bulan depan SWF sudah bisa mulai berjalan. Ini adalah kerja sama IDFC, JBIC, Australia, Abu Dhabi dan beberapa pihak lain. Ini dapat mendorong pembangunan infrastruktur. Karena itu Anda harus membuat studi yang tepat, kalau dari awal sudah keliru akan kacau," kata dia saat berkunjung ke Kawasan Puncak Waringin di Labuan Bajo, dikutip dari keterangan tertulis Kemenko Kemaritiman dan Investasi Jumat (11/9/2020).

Mengutip dari berbagai sumber, International Development Finance Corporation (IDFC) adalah lembaga pengembangan keuangan pemerintah federal Amerika Serikat, yang utamanya untuk menyediakan dan memfasilitasi pembiayaan proyek pembangunan swasta di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Sementara The Japan Bank for International Cooperation (JBIC) adalah lembaga keuangan publik dan lembaga kredit ekspor Jepang. Mantan Menkopolhukam itu juga menekankan pentingnya efisiensi demi menjaring pendanaan dari negara-negara tersebut.

"Studi sangat penting kalau Sovereign Wealth Fund (SWF) masuk ke Indonesia dan berinvestasi di jalan tol, mereka akan melihat efisiensi. Pengalaman kami, masalah pembebasan tanah adalah salah satu hal yang harus betul-betul dicermati. Ini hal kecil tapi kan bisa sangat mengganggu jika tidak cermat menghitungnya," tutur Luhut.



Simak Video "Luhut Akui Adanya Monopoli Pengangkutan Ekspor Benur"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)