Rp 27 T Disiapkan demi Bebaskan Lahan untuk Tol di Jawa & Sumatera

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 19 Sep 2020 13:35 WIB
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan proyek tol Trans Sumatera ruas Palembang-Bengkulu Seksi Indralaya-Prabumulih di Indralaya, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (3/9/2020). Pembangunan tol sepanjang 65 km tersebut ditargerkan rampung pada 2021. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.
Ilustrasi proyek tol/Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah menyediakan Rp 27 triliun untuk membebaskan lahan proyek jalan tol di Jawa dan Sumatera. Luhut mengatakan, percepatan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol menjadi strategi pemerintah mendatangkan banyak investasi ke tanah air.

"Strategi pemerintah mendorong investasi demi Indonesia bangkit, ini penting investasi, karena kalau tidak ada investasi FDI dan domestik investment kita repot juga," kata Luhut saat menjadi pembicara kunci di acara Kuliah Umum FEB UI secara virtual yang dikutip dari akun YouTube Humas FEB UI, Sabtu (19/9/2020).

Luhut mengatakan, pandemi Corona memberikan banyak pengamalan bagi Indonesia khususnya dalam ketersediaan infrastruktur baik kesehatan maupun lainnya.

"Nah strateginya fokus pada infrastruktur, kami cepat semua pembangunan tol, pembelian pembebasan tanahnya, itu kita belakan ekonomi sehingga dana mengalir itu ke bawah, misalnya kita target membebaskan tanah itu Rp 27 triliun, itu seluruh jalan tol Jawa bebas dan juga termasuk Trans Sumatera itu kita lakukan pembebasannya," katanya.

Tol Trans Sumatera sepanjang 2.974 km ditarget selesai pada 2024. Koridor utama pembangunannya sepanjang 2.046 km dan koridor pendukung 928 km. Menurut Luhut, seluruh pembebasan tanah pada proyek itu sudah ditanggung pemerintah.

"Tol Sumatera itu 2.700 km itu bulan itu kami bayar semua tanahnya," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan pengerjaan pembangunan jalan tol Trans Sumatera bakal molor satu sampai dua tahun dari target.

"Untuk Trans Sumatera memang saat ini ada beberapa ruas yang perlu kita selesaikan untuk 11 ruas utama. Diharapkan backbone-nya bisa tercapai pada 2024 atau mungkin terlambat 1-2 tahun," kata pria yang akrab disapa Tiko dalam acara HSBC Economic Forum, Rabu (16/9/2020).

Salah satu penyebab yang membuat pengerjaan proyek jalan tol Trans Sumatera molor, dikatakan Tiko salah satunya COVID-19.

Meski begitu, Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini mengatakan Kementerian BUMN tetap fokus menyelesaikan 11 ruas utama yang sudah menjadi komitmen. Menurut dia, pembangunan jalan tol Trans Sumatera sudah berdampak positif khususnya pada sektor logistik.



Simak Video "Tinjau Penanganan Covid-19 PMI, Luhut Bahas Vaksinasi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)