Tol Kedua di Bali Bisa Dilewati Motor, Tapi Nggak Full

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2020 13:16 WIB
Sejumlah gempa mengguncang wilayah barat Pulau Jawa yang getarannya terasa hingga Jakarta. Gempa harusnya bukan hal yang aneh terjadi di Indonesia mengingat wilayah Indonesia masuk dalam cincin api atu ring of fire.
Dengan kondisi tersebut, bagaimana ketahanan infrastruktur RI terhadap gempa? Salah satu infrastruktur yang mendapat perhatian adalah jalan tol Bali Mandara yang hampir 100% strukturnya merupakan jalan layang yang membentang di atas laut. Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim, berani menjamin jalan tol yang dikelolanya tahan terhadap gempa. Dalam desainnya, jalan tol ini tahan terhadap gempa 1.000 tahun, kata dia saat berbincang dengan detikFinance, akhir pekan lalu.
Ilustrasi/Foto: Istimewa/Jasamarga Bali Tol
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru saja menawarkan proyek tol kedua di Bali dengan nilai investasi Rp 19,3 triliun. Tol dengan rute Gilimanuk-Mengwi ini akan menambah daftar ruas tol yang boleh dilalui motor.

Penawaran atas proyek ini dibuka dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Seperti halnya tol pertama yang ada di Bali, Tol Gilimanuk-Mengwi ini juga akan dilengkapi dengan lajur motor yakni di seksi 2 dan 3," ungkap Anggota BPJT Unsur Akademisi, Eka Pria Anas dalam acara market sounding virtual, Rabu (30/9/2020).

Eka merinci jalan tol ini rencananya akan dibagi menjadi tiga seksi, di mana Seksi 1 sepanjang 54 km pertama dari Gilimanuk, dan panjang seksi 2 dan 3 tol dibagi rata sekitar 20 km setelah dari seksi 1 yang berakhir di KM 54.

Biaya konstruksi tol ini perkiraan awalnya sekitar Rp 14,2 triliun, dan biaya investasi sekitar Rp 19,36 triliun. Masa konsesi Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi ini 45 tahun.

"Pembangunan ruas tol Gilimanuk-Mengwi ini akan dimulai di seksi 2 dan 3 yang mendekati ke arah Denpasar pada tahun 2021 dengan tahun operasi diasumsikan pada akhir 2022," paparnya.

Eka bilang, untuk seksi 1 jalan tol ini akan dibangun mulai 2022, sementara seksi 2 dan 3 tol dibangun lebih dulu. Pasalnya pembangunan seksi 1 diproyeksi memakan waktu lebih lama dan baru bisa beroperasi pada 2024.

"Perkiraan lintas harian kendaraan pada tahun 2022 saat seksi 2 dan 3 tol ini dioperasikan sekitar 50 ribu kendaraan per hari, termasuk mobil dan motor," terangnya.

Pihaknya berharap pada Juni 2021 mendatang sudah ada penandatanganan perjanjian kerja sama atau PPJT, sehingga konstruksi bisa dimulai sekitar kuartal III atau IV-2021.



Simak Video "Segera Hadir Penghubung Jalan Baru di Aceh"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)