Telan Rp 19 T, Proyek Tol Kedua di Bali Ditawarkan ke Swasta

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2020 11:46 WIB
Sejumlah gempa mengguncang wilayah barat Pulau Jawa yang getarannya terasa hingga Jakarta. Gempa harusnya bukan hal yang aneh terjadi di Indonesia mengingat wilayah Indonesia masuk dalam cincin api atu ring of fire.
Dengan kondisi tersebut, bagaimana ketahanan infrastruktur RI terhadap gempa? Salah satu infrastruktur yang mendapat perhatian adalah jalan tol Bali Mandara yang hampir 100% strukturnya merupakan jalan layang yang membentang di atas laut. Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim, berani menjamin jalan tol yang dikelolanya tahan terhadap gempa. Dalam desainnya, jalan tol ini tahan terhadap gempa 1.000 tahun, kata dia saat berbincang dengan detikFinance, akhir pekan lalu.
Ilustrasi/Foto: Istimewa/Jasamarga Bali Tol
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru saja menawarkan proyek ruas tol dan jembatan senilai Rp 21,56 triliun kepada swasta. Penawaran dibuka untuk dua proyek sekaligus dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Menteri PUPR dalam sambutannya yang dibacakan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, pemerintah tetap fokus pada pembangunan infrastruktur di masa pandemi COVID-19. Menurut dia, salah satu tantangan pembangunan tersebut adalah terbatasnya anggaran pemerintah untuk infrastruktur.

"Kementerian PUPR terus mendorong inovasi pembiayaan pembangunan infrastruktur salah satunya dengan skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP). Ini akan ciptakan leverage dari hasil investasi, sehingga dana yang diperoleh bisa digunakan untuk bangun infrastruktur lainnya," ujar Eko dalam acara market sounding, Rabu (30/9/2020).

Adapun dua proyek yang dimaksud meliputi Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi dan pergantian dan/atau duplikasi 38 Calendar Hamilton (CH) Bridge di Pulau Jawa.

Tol Gilimanuk-Mengwi merupakan ruas tol kedua di Pulau Bali dengan total panjang 95,51 km. Proyek ini memiliki nilai investasi Rp 19,3 triliun dan target lelang pada kuartal IV 2020.

Sementara penggantian dan/atau duplikasi 38 jembatan CH di Pulau Jawa memiliki nilai investasi sekitar Rp 2,35 triliun, dengan target lelang juga pada kuartal IV 2020.

Ia melanjutkan, kegiatan market sounding ini merupakan forum pemerintah untuk memberikan informasi secara menyeluruh terkait proyek KPBU.

"Ini untuk menjaring masukan dan minat atas proyek KPBU yang didapatkan Kementerian PUPR selaku Government Contrafting Agency (GCA)," tambahnya.

Setelah terselenggaranya acara market sounding ini, Kementerian PUPR akan menyampaikan update atas proyek Tol Gilimanuk-Mengwi dan 38 jembatan CH sampai tahap pra kualifikasi.

"Di tengah pandemi, kita juga ingatkan agar tetap bekerja dan produktif. Kita laksanakan pembangunan infrastruktur ini dengan protokol kesehatan agar lindungi kesehatan dan cegah penyebaran COVID-19," ucapnya.



Simak Video "Segera Hadir Penghubung Jalan Baru di Aceh"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)