Kronologis Insiden Maut di Proyek 6 Ruas Tol Dalam Kota Jakarta

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2020 17:54 WIB
Proyek pembangunan enam ruas tol dalam kota di kawasan Kelapa Gading terus berlangsung. Yuk, lihat progres pembangunan tol tersebut.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

PT Jakarta Tollroad Development (JTD) angkat suara terkait kecelakaan kerja yang menghilangkan nyawa di proyek 6 Ruas Tol Dalam Kota Jakarta pada akhir pekan lalu. JTD membeberkan kronologi terjadinya insiden tersebut.

"Kecelakaan kerja telah terjadi pada hari Sabtu 26 September 2020 sekitar pukul 15:00 di lokasi Proyek Enam Ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, Tahap 1 Seksi A di Jalan Raya Bekasi Cakung, di mana seorang petugas Security Kontraktor KSO Jakon - Adhi kejatuhan besi stress bar dari ketinggian sekitar 14,5 M. Petugas tersebut bernama Asepudin (44)," ujar General Manager Teknik PT JTD Djadjat Sudrajat dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Rabu (30/9/2020).

Asepudin segera dilarikan ke Rumah Sakit Gading Pluit namun akhirnya meninggal dunia pada pukul 18:29 setelah mendapat perawatan di ICU.

"Pada saat kejadian PT Delta Systec Indonesia, sub-kontraktor KSO Jakon-Adhi, sedang melakukan pekerjaan perapatan segmen-segmen beton (box girder) dari Jalan Tol Layang, di mana sebelumnya sesuai prosedur, area di bawah lokasi pekerjaan telah ditutup dan dibatasi dengan moveable bearrier, serta dijaga oleh Petugas Security," paparnya.

Kecelakaan terjadi pada saat tengah dilakukan perapatan antara segmen beton nomer 6 dan nomer 7, di mana segmen 6 diselaraskan dan didekatkan ke segmen 7 hingga tercapai jarak antara 30 - 40 Cm.

"Sebuah stress bar yang telah disiapkan dan dimaksudkan untuk menyatukan kedua segmen tersebut secara tidak sengaja terjatuh melalui celah antara dua segmen dan pada saat yang sama Petugas Security (Sdr Asepudin) sedang melintas di bawahnya," ungkapnya.

Dradjat memastikan JTD sebagai pemberi tugas, telah memberikan peringatan keras kepada Kontraktor dan Pengawas Lapangan serta menginstruksikan untuk segera mereview dan meningkatkan seluruh prosedur keselamatan kerja di lapangan.

"Kepada keluarga korban, Kontraktor telah memberikan bantuan dan santunan serta beasiswa untuk kedua anaknya yang masih bersekolah," katanya.

(eds/eds)