Bagaimana Protokol Kesehatan di Proyek Infrastruktur?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Sabtu, 10 Okt 2020 06:45 WIB
Pembangunan Tol Becakayu seksi 2A terus dilakukan. Proyek ini ditargetkan rampung pada Mei 2020.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

DKI Jakarta masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kapasitas karyawan dalam gedung perkantoran juga dibatasi untuk menekan penularan virus Corona.

BUMN karya seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk menerapkan perlindungan pegawai, vendor, pemasok, stakeholder lainnya dan kegiatan operasional dengan meningkatkan penerapan protokol kesehatan, implementasi Quality, Health, Safety and Environment (QHSE) berbasis integrasi IT.

Senior Vice President (SVP) Corporate Secretary PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ratna Ningrum mengungkapkan Waskita siap menjalani operasi perusahaan pada tingkat yang masih optimal menyesuaikan ketetapan pemerintah pusat dan daerah termasuk pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan tetap mengedepankan aspek QHSE dan perlindungan personil, baik dilingkungan kantor maupun di seluruh wilayah proyek.

"Diberlakukannya PSBB di wilayah DKI Jakarta menjadi momentum bagi kami untuk melakukan percepatan digitalisasi pengelolaan bisnis konstruksi dan kepatuhan protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru, sehingga pegawai Perusahaan ke depan akan semakin terbiasa bekerja dari rumah maupun yang bekerja di kantor, dengan komposisi yang dinamis tanpa mengurangi produktivitas kerja," kata Ratna, Sabtu (10/10/2020).

Sementara itu, ia menerangkan untuk pemantauan kepatuhan Covid Safe di semua perimeter Waskita dilakukan dengan aplikasi COVID-19 Safe Management Information and Compliance (Cosmic) yang berasal dari Kementerian BUMN.

"Sehingga oleh manajemen dan SATGAS Covid-19 Waskita dapat dipantau, diawasi dan dievaluasi setiap saat dan real time apabila ada risiko penyebaran COVID-19 nya," jelasnya.

Lebih lanjut, Ratna menjelaskan bahwa Waskita masuk ke dalam 15 besar dari 108 perusahaan BUMN yang memiliki skor di atas 90% dalam mengimplementasikan Cosmic.

Sementara itu dijelaskan oleh SVP QHSE & System PT Waskita Karya (Persero) Tbk Subkhan, Cosmic adalah sebuah aplikasi yang bisa membantu dalam melakukan monitoring implementasi Covid Safe dan manajemen informasi penanggulangan serta pemenuhan protokol adaptasi kebiasaan baru serta pelaksanaan kepatuhan interaksi antar personil maupun stakeholder di lapangan. Kemudian Cosmic juga bisa membantu melakukan pengecekan ketersediaan sarana prasarana terkait Covid-19 secara akurat dan real time.

Selanjutnya, manajemen Waskita telah mengeluarkan surat edaran untuk unit bisnis maupun anak perusahaan perihal penyesuaian dengan peraturan Gubernur DKI mengenai protokol kesehatan yang wajib dijalankan para pelaku bisnis. Dalam peraturan Gubernur DKI tersebut, terdapat pengecualian terhadap 11 sektor usaha, termasuk sektor konstruksi. Merujuk hal tersebut, Waskita pun menerapkan jumlah pegawai yang Work From Office (WFO) maksimal 20-25% dan sisanya Work From Home (WFH).

Sementara di wilayah proyek Waskita, baik di dalam maupun di luar wilayah DKI Jakarta masih disesuaikan dengan target operasi penyelesaian proyek dan ketetapan kepala daerah dan Satgas COVID-19 pada masing-masing daerah, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat. Penerapan QHSE juga terus ditingkatkan pada setiap item pekerjaan sehingga seluruh operasional perusahaan dapat berjalan optimal, bermutu tinggi, selamat dan efisien.

Seperti diketahui, di DKI Jakarta saat ini Waskita tengah mengerjakan beberapa proyek, antara lain pembangunan Apartemen Solterra Place Pejaten, Pengaman Pantai Jakarta Utara, Pembangunan Jalan Tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu, Pembangunan Tol Cibitung Cilincing dan lainnya.

Meskipun di tengah pandemi dan PSBB, Waskita tetap berkomitmen untuk melakukan operasional berwawasan perlindungan tenaga kerja (pegawai, vendor, pemasok dan stakeholder lainnya), kinerja QHSE dan peningkatan iklim usaha khususnya sektor konstruksi terintegrasi di Indonesia dan regional Asia-Afrika.

(ara/ara)