Begini Progres Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang yang Disinggung Hotman Paris

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 16 Okt 2020 08:15 WIB
Sejumlah pekerja mengerjakan proyek tol dalam kota seksi A Kelapa Gading-Pulogebang di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (15/10/2020).
Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta -

Baru-baru ini, netizen dibikin heboh oleh Hotman Paris Hutapea melalui akun Instagram pribadinya yang menyinggung soal sebuah proyek jalan tol dalam kota Jakarta. Tol yang dimaksud adalah tol Kelapa Gading-Pulo Gebang.

Hotman menyinggung proyek tol ini lantaran tak kunjung rampung. Padahal, proyek ini sudah dibangun sejak 2017 dan ditarget selesai di 2019. Panjangnya pun cuma 9,3 km. Namun, sampai sekarang konstruksi ruas tol dalam kota ini belum rampung juga.

Lalu, bagaimana progresnya sejauh ini?

Menurut Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik (PUPR) Endra Saleh Atmawidjaja, sejauh ini, progres pembangunan tol dalam kota ini sudah mencapai 71% pengerjaan dengan sisa pekerjaan struktur pilar sebesar 90 buah pilar dari total 384 buah pilar. Pihaknya optimis proyek bakal selesai pada Juni 2021 mendatang.

"Mudah-mudahan ini tetap berjalan ke depan dengan lebih cepat dan target waktunya Juni 2021 ini bisa selesai," ujar Endra saat meninjau pembangunan Jalan Tol Layang Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading - Pulo Gebang, Jakarta Utara, Kamis (15/10/2020).

Ia menjelaskan alasan molornya penyelesaian pembangunan proyek satu ini. Kendala utamanya karena tol ini di bangun di tengah kota, maka intensitas pekerjaan menjadi terbatas mengingat padatnya aktifitas kendaraan dan lain sebagainya.

"Tol di dalam kota yang suasana traffic-nya padat, itu windows timnya pendek, jadi waktu kerjanya itu terbatas karena kita bisa bayangkan di kiri kanan ini kan sangat padat lalu lintasnya," ungkapnya.

Aktifitas pengerjaan dibatasi, katanya untuk menjaga agar aktivitas ekonomi di daerah tempat tol ini dibangun tetap berjalan lancar.

"Selain itu, kita juga ingin di koridor ini di koridor ini dari Boulevard Kelapa Gading sampai Bekasi itu tidak ingin ekonominya juga terganggu. Jadi kita ingin ekonomi atau kegiatan usaha di sepanjang koridor juga tetap hidup," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2