Fakta Tol Cipali yang Jadi Lokasi Kecelakaan Hanafi Rais

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 19 Okt 2020 06:13 WIB
Kendaraan melintas di Tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Menjelang Lebaran, salah satu titik kepadatan arus mudik di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) terpantau sepi dikarenakan adanya larangan mudik dari Pemerintah demi mencegah penyebaran wabah COVID-19. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz
Tol Cipali/Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Putra Amien Rais, Ahmad Hanafi Rais mengalami kecelakaan di Tol Cipali. Mobil yang ditumpanginya, Alphard terlibat kecelakaan beruntun di tol tersebut.

Kecelakaan ini bukanlah kecelakaan yang pertama kali terjadi di tol tersebut. Ada beberapa hal yang diduga menjadi penyebab seringnya kecelakaan di Tol Cipali.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menjelaskan, Tol Cipali merupakan tol dengan segmen yang panjang. Dia bilang, yang sering terjadi adalah pengemudi tidak awas sehingga memacu kecepatan tinggi.

Di sisi lain, kendaraan berat sering memacu kendaraan di bawah kecepatan minimum, sehingga terjadi tabrakan dari belakang.

"Tol Cipali memang long segment ya, dan karena pengemudi sering tidak alert, kecepatan sering dipacu tinggi. Ditambah lagi dengan kendaraan berat yang sering kecepatannya di bawah kecepatan minimum yang diizinkan, sehingga sering tabrak belakang (head to tail). Itu tadi yang di luar soal kompetensi mengemudi dan kondisi fisik pengemudian ya," papar Danang kepada detikcom, Minggu (18/10/2020).

Dia bilang, pihaknya fokus di infrastruktur jalan dengan mengurangi risiko kecelakaan. Dia menuturkan, kecelakaan yang sering terjadi di tol tersebut bukan karena desain infrastrukturnya.

"Fokus kami di infrastruktur jalan tol adalah mengurangi risiko kecelakaan dan memitigasi risiko fatalitas dengan berbagai perlengkapan road safety. Sejauh ini data dari Korlantas dan KNKT, penyebab terbesar kecelakaan di jalan tol bukan karena desain infrastrukturnya, melainkan dari pengemudi dan kondisi kendaraannya. Mungkin bisa dicek," paparnya.

Dia melanjutkan, pihaknya terus berupaya melakukan modernisasi sistem dan teknologi pada keamanan. Jadi, jika terjadi terjadi kecelakaan, korban tidak mengalami kondisi yang fatal.

"Kami memang terus memodernisasi sistem dan teknologi safety-nya supaya apabila terjadi tabrakan atau kecelakaan, pengguna jalan tidak mengalami kondisi fatal atau luka berat," ungkapnya.

"Termasuk meningkatkan reaksi cepat gawat darurat (emergency) kendaraan dan paramedis," tutupnya.

Apa kata operator? Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2