2 Bendungan Garapan Brantas Abipraya Rampung Desember, Ini Penampakannya

Abu Ubaidillah - detikFinance
Rabu, 21 Okt 2020 11:08 WIB
Bendungan Tukul dan Bendungan Tapin
Foto: Brantas Abipraya
Jakarta -

Dua Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah digarap PT Brantas Abipraya (Persero), yakni Bendungan Tukul dan Bendungan Tapin ditargetkan selesai pada Desember 2020. Kedua bendungan ini dibangun untuk meningkatkan volume tampungan air di Indonesia serta ketahanan air dan pangan nasional.

"Ya, kedua bendungan ini telah melewati masa pengisian atau impounding pada awal Oktober ini. Bendungan Tukul pada 1 Oktober dan Bendungan Tapin pada 9 Oktober," ujar General Manager Divisi Operasi 2 Brantas Abipraya, Anwar Khoirudin dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2020).

Ia mengatakan dua bendungan ini diharapkan bisa membantu pemenuhan kebutuhan target ketahanan air dan pangan secara nasional, khususnya penyediaan air baku sebesar 54,83 m3/detik pada 2024 sesuai target Kementerian PUPR.

Bendungan Tukul yang berlokasi di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Pacitan, Jawa Timur mulai dikerjakan pada 2013 dan mulai dilaksanakan pengisian awal pada awal Oktober.

Bendungan ini nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pacitan melalui penyediaan air bersih, karena memiliki daya tampung 56,77 m3 dan diproyeksikan bisa mensuplai air baku 300 liter per detik. Selain itu, keberadaannya juga mampu mengaliri irigasi seluas 600 hektar (ha), sementara untuk tinggi bangunan bendungan mencapai 70 meter.

Bendungan Tukul dan Bendungan Tapin2 Bendungan Garapan Brantas Abipraya Rampung Desember, Ini Penampakannya Foto: Brantas Abipraya

Sementara itu, Bendungan Tapin berlokasi di Desa Pipitak Jaya, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Anwar mengatakan pembangunan bendungan ini adalah bukti komitmen Brantas Abipraya yang turut upaya meningkatan kemajuan pembangunan pertanian di Kalsel, khususnya kesejahteraan petani.

Bukan tanpa alasan, bendungan ini memiliki kapasitas tampung sebesar 56,77 m3 dengan layanan irigasi yang di Kabupaten Tapin sebesar 5,472 hektar. Pengisian bendungan ini ditandai dengan penutupan pintu terowongan pengelak oleh Bupati Tapin, HM Arifin Arfan. Masyarakat sekitar diharapkan bisa sama-sama menjaga dan memelihara bendungan tersebut.

Fokus berkontribusi mendorong ketahanan pangan di Indonesia, Brantas Abipraya semangat membangun 12 bendungan dan pekerjaan irigasi yang tersebar di Indonesia. Anwar mengatakan pihaknya dalam mendedikasikan diri kepada negeri adalah bukti nyata telah dijalankannya nilai-nilai BUMN, yakn AKHLAK.

AKHLAK merupakan nilai-nilai yang dimiliki BUMN yang terdiri dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif. Nasionalisme Brantas Abipraya kepada Indonesia ditunjukkan melalui semangat membangun negeri.

(ega/hns)