Demo Tolak Omnibus Law Sempat Rusuh, Ganggu Proyek MRT Fase II?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 30 Okt 2020 16:00 WIB
Pembangunan proyek Moda Raya Terpadu (MRT) fase II sudah mulai berjalan. Proyek ini akan menyambung Bundaran HI hingga Kota Tua.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

PT MRT Jakarta mengungkapkan pembangunan MRT fase II segmen 1 atau dari Bundaran HI ke Harmoni sempat terdampak aksi rusuh demo Tolak Ombibus Law beberapa waktu lalu.

Menurut Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim, pengerjaan proyek CP 201 yang membuat terowongan dari Bundaran HI ke Harmoni sempat kehilangan waktu kerja efektif selama 2 minggu karena adanya gelombang demo.

"Terkait demo kemarin sempat berdampak di CP 201 karena sampai sekarang kita kehilangan about two weks. Jadi kita nggak bisa kerja efektif," ujar Silvia dalam video conference bersama wartawan, Jumat (30/10/2020).

Meski begitu, Silvia menegaskan hal tersebut tidak mengganggu jadwal kerja proyek fase II. Dia menegaskan semua bisa ditangani dan target penyelesaian di Maret 2025 akan tetap bisa dicapai.

"Kalau ditanya ada dampak kepada progress? At this point of time masih manageable, target CP 201 masih akan bisa kita capai," ujar Silvia.

Silvia mengungkapkan saat ini pengerjaan fisik pada segmen 1 fase II MRT masih berjalan, progress-nya sekitar 8,7%. Sederet kegiatan sudah dilakukan. Mulai dari antisipasi lalu lintas hingga pemindahan beberapa pepohonan di beberapa titik.

"CP 201 ini sudah mulai pekerjaan fisiknya, masih berjalan. Sampai sekarang 8,77%. Kegiatannya sudah macam-macam, ada pelebaran jalan, melakukan traffic diversion, ada pemindahan dan penanaman kembali pohon juga," kata Silvia.

Kemudian ada juga pembuatan beberapa shelter bus Transjakarta sementara, karena beberapa shelter eksisting akan terdampak proyek. Misalnya, shelter di Sarinah dan di dekat Kementerian Perhubungan.

"Ada juga pembuatan temporary bus shelter di Transjakarta, shelter Sarinah itu kan harus dipindah. Lalu, di seberang Kemenhub yang eksisting akan terdampak, akan dibuat penggantinya di selatan atau barat daya kawasan Monas," ujar Silvia.

Adapun proyek CP 201 yang hubungkan Bundaran HI ke Harmoni sendiri sudah dimulai sejak bulan Juni lalu. Targetnya, pekerjaan terowongan sepanjang 2,8 km ini bakal selesai Maret 2020. Bukan cuma terowongan, ada dua stasiun yang akan ikut dibangun, yaitu Stasiun Thamrin dan Monas.

(dna/dna)