MRT Jakarta Banyak 'Dilirik', Fase Berikutnya Masih Mau Sama Jepang?

herdi - detikFinance
Jumat, 30 Okt 2020 16:22 WIB
PT MRT Jakarta batasi operasional MRT guna dukung penerapan PSBB DKI Jakarta. Tiga Stasiun MRT pun ditutup terkait pembatasan operasional tersebut.
Foto: Antara Foto
Jakarta -

PT MRT Jakarta mengungkapkan proyek pengembangan MRT di Jakarta banyak dilirik oleh berbagai negara. Sejak awal MRT Jakarta sendiri dibangun lewat kerja sama dengan pihak Jepang.

Direktur Kontruksi MRT Jakarta Silvia Halim mengungkapkan, sejak fase I Lebak Bulus hingga Bundaran HI selesai terbangun banyak pihak dari seluruh dunia menyatakan minatnya untuk menggarap pengembangan MRT Jakarta.

Namun Silvia menjelaskan, khusus fase II dari Bundaran HI ke Kota, pihaknya tetap akan meneruskan kerja sama dengan Jepang.

"Semenjak selesai fase I, industri perkeretaapian di seluruh dunia melihat Jakarta ini serius dan bisa hadirkan proyek metro di tengah kota. Sejak saat itu semua banyak yang mendekat dan merapat ke sini, ke MRT Jakarta dan nyatakan interest-nya (minat)," ujar Silvia saat melakukan video conference bersama wartawan, Jumat (30/10/2020).

"Cuma di fase II ini kita udah bilang maunya meneruskan bersama JICA (Jepang)," lanjutnya.

Meski begitu, Silvia mengatakan pihaknya tak menutup kemungkinan untuk menggarap proyek pada fase berikutnya dengan negara lain. Apalagi kerja sama dengan Jepang saat ini menghadapi masalah.

Seperti diketahui, beberapa paket proyek MRT fase II mengalami kegagalan tender karena kontraktor utama dari Jepang banyak yang tidak berminat. Akhirnya, beberapa proyek harus terhambat pengerjaannya karena belum mendapatkan kontraktor.

"Kalau fase berikutnya fase III, IV, dan fase seterusnya, sebenarnya dari awal kita terbuka untuk melihat pendanaan dari source lain. Bukan cuma JICA dan Jepang, dan kenyataaanya kita alami hal begini (masalah tender), semakin menunjuan kita nggak bisa bergantung pada satu pihak," ungkap Silvia.

Di sisi lain, pihaknya juga masih punya pekerjaan rumah sederet pengembangan rute MRT yang harus dibangun. "Fase berikutnya itu kita terbuka untuk melihat sumber lain, karena kita butuh gerak cepat menyelesaikan banyak lines," ungkapnya.

Untuk fase III sendiri, yang rencananya menghubungkan daerah timur dan barat Jakarta, menurut Silvia sudah ada 3 negara yang menyatakan minat. Mulai dari China, Jerman, sampai Korea Selatan.

"Fase III Kalideres-Ujung Menteng kita sudah ada pembicaraan dengan AIIB, itu Chinese base. Salah satu potensi lainnya ada dari Jerman, lalu Korsel juga bilang berminat," ungkap Silvia.

(dna/dna)