Tol Trans Sumatera Rawan Begal, Lokasinya di Mana?

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 27 Nov 2020 14:03 WIB
Penampakan ruas tol siap beroperasi pada 2020
Ilustrasi/Foto: Dok. Istimewa/Kementerian PUPR
Jakarta -

Kehadiran jalan tol Trans Sumatera menjadi salah satu solusi pengintegrasian daerah satu dengan daerah lainnya. Bahkan, jalan tol pertama ini mampu memangkas waktu perjalanan di wilayah Pulau Sumatera.

Sayangnya, jalan tol Trans Sumatera ini menyimpan cerita yang kurang baik. Jalur bebas hambatan pertama di Sumatera ini kabarnya masih sepi. Alhasil mengundang aksi kejahatan dan tindak kriminal seperti begal dan pelanggaran tata tertib.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno mengungkapkan pihaknya pernah melakukan pemantauan lapangan mengenai kondisi tol Trans Sumatera.

Djoko bilang, ada beberapa zona yang relatif lebih rawan dari kejahatan. Artinya, tidak semua ruas tol Trans Sumatera rawan aksi kejahatan karena masih sepi pengendara.

"Jadi itu ruas yang selatan saja, yang utara tidak. Di selatan ada dua wilayah yang rawan sekitar Mesuji dan Kayu Agung di daerah rawa-rawa, zona merah lah," kata Djoko kepada CNBC yang dikutip, Jumat (27/11/2020).

Secara spesifik, Djoko mengatakan ruas yang dianggap zona merah itu relatif jauh dari Mesuji dan Kayu Agung. Namun beberapa kejadian tindak kejahatan pernah terjadi di sana.

"Tapi yang namanya orang nekat rampok mencegat kendaraan, korbannya truk-truk yang lagi istirahat, ada yang menyerang, ada yang bawa mobil juga rampoknya, modal juga mereka," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2