Tol Trans Sumatera Rawan Begal, Karena Sepi atau Minim Pengawasan?

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 27 Nov 2020 17:03 WIB
Foto udara Tol Pekanbaru-Dumai di Riau, Sabtu (26/9/2020). Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,5 Kilometer ini baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 26 September kemarin dan merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera sepanjang 2.878 kilometer. ANTARA FOTO/FB Anggoro/wsj.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Jakarta -

Masih sepinya jalan tol Trans Sumatera ternyata berpotensi mengundang aksi kejahatan dan tindak kriminal seperti begal dan pelanggaran tata tertib. Menanggapi itu, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) buka suara.

Kepala BPJT Kementerian PUPR, Danang Parikesit meminta pihak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk meningkatkan aspek keselamatan di jalan tol Trans Sumatera.

"BUJT harus mengedepankan aspek keselamatan jalan, lingkungan, juga aspek lain yang berkaitan dengan pelayanan publik," kata Danang saat dihubungi detikcom, Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Selain itu, Danang juga meminta pihak BUJT dalam hal ini PT Hutama Karya mengambil langkah preventif melalui pengaturan dan penjagaan jalan tol.

"Himbauan melalui variable message sign (VMS) dan sosialisasi keselamatan di jalan tol," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2