Trans Sumatera Bakal Dilewati saat Nataru, Aman dari Begal?

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 28 Nov 2020 14:30 WIB
Tol Bakauheni Terbanggi Besar (Bakter) menjadi salah satu tonggak awal pembangunan Tol Trans Sumatera. Ruas tol Bakter itu sendiri membentang sepanjang 140,7 km yang kini menjadi pemegang rekor ruas tol terpanjang di Indonesia. Wow!
Foto: dikhy sasra

Tidak hanya itu, Fauzan mengatakan, Hutama Karya juga selalu berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk menjaga keselamatan dan keamanan para pengguna jalan tol Trans Sumatera.

"Perusahaan percaya dengan profesionalitas jajaran kepolisian dapat membantu memastikan keamanan dan keselamatan pengguna jalan yang melintas di JTTS (jalan tol Trans Sumatera)," ungkapnya.

Sebelumnya, Jalan tol Trans Sumatera berpotensi rawan aksi kejahatan dan tindak kriminal seperti begal lantaran masih sepi hingga saat ini. Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno mengungkapkan pihaknya pernah ke lapangan memantau kondisi tol Trans Sumatera.

Djoko bilang, ada beberapa zona yang relatif rawan, namun ada juga yang tidak.

"Jadi itu ruas yang selatan saja, yang utara tidak. Di selatan ada dua wilayah yang rawan sekitar Mesuji dan Kayu Agung di daerah rawa-rawa, zona merah lah," kata Djoko kepada CNBC Indonesia yang dikutip, Jumat (27/11/2020).

Oleh sebab itu harus ada pembenahan khususnya mengenai pelayanan jalan tol. Salah satunya ketentuan standar pelayanan minimum (SPM) seperti lampu penerangan jalan yang harus diubah.

"Pengalaman saya dari Terbanggi Besar-Kayu Agung sampai 87 km tanpa lampu, kalau berkendara sendiri serem juga," katanya.


(hek/eds)