Rawan Begal, Rest Area di Tol Trans Sumatera Minim Pengamanan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 12:37 WIB
Sejumlah kendaraan pemudik melintas di jalan tol Trans Sumatera Bakauheni-Terbanggi Besar, di Desa Sababalau Lampung Selatan, Lampung, Kamis (30/5/2019). Memasuki H-6 Lebaran tahun 2019, volume arus mudik melalui jalan tol Trans Lampung dari arah Jakarta ke Palembang mulai mengalami peningkatan. ANTARA FOTO/Ardiansyah/wsj.
Foto: Suasana Tol Sumatera saat arus mudik (ANTARA)
Jakarta -

Pengusaha truk mengaku tindak kejahatan di jalan Tol Trans Sumatera sering terjadi kepada pengemudi truk. Paling sering berupa pemalakan di rest area.

Ketum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan menilai memang selama ini keamanan di rest area yang ada di jalan tol masih kurang. Dia meminta operator jalan tol meningkatkan pengamanan di rest area.

Setidaknya jajaran keamanan di rest area harus tahu dan kenal mana oknum dan pihak-pihak yang melakukan pemalakan dan melakukan antisipasi agar mereka tak melakukannya.

"Iya benar sekali kurang. Kan di dalam rest area ini tidak hanya terbatas orang bawa mobil saja. Mestinya keamanan di situ kenal dan tahu lah mana yang berniat jahat, harusnya itu dipantau. Belum lagi ada CCTV kan. Jadi ini ada keamanan tapi memang kurang sekali," jelas Gemilang kepada detikcom, Senin (30/11/2020).

Menurutnya, di tol Trans Sumatera masih banyak rest area yang belum permanen konstruksinya. Hal itu semakin membuat tindakan kejahatan rawan terjadi.

"Rest area di sini (Tol Trans Sumatera) kan darurat, belum permanen, jadi makin rawan," kata Gemilang.

Di rest area jalan Tol Trans Sumatera, Gemilang mengatakan para pengemudi sering dipalak hingga ratusan ribu rupiah.

"Ada yang minta Rp 100 ribu, ya orang malak lah. Kisarannya itu sih ratusan ribu lah," ujar Gemilang.

Paling banyak menurut Gemilang pemalakan terjadi di beberapa rest area yang belum permanen konstruksinya. Lokasinya pada bagian selatan tol Trans Sumatera, dari arah Bakauheni menuju Palembang.

"Kan tol yang ke arah Palembang itu kan beberapa ruas masih sepi jadi rawan, paling banyak itu tindak kejahatannya di rest area yang darurat yang belum permanen," kata Gemilang.

(eds/eds)