Masih Kurang 20%, LRT Jabodebek Baru Bisa Operasi 2022

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 15 Des 2020 12:31 WIB
Petugas mengecek fasilitas pembangunan prasarana kereta api ringan/ light rail transit terintegrasi jembatan bentang panjang Dukuh Atas LRT Jabodetabek, Minggu (29/11).  November ini  progres pembangunan Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek hampir 80 persen. Saat ini proyek tersebut sedang dalam tahap pemasangan atap sandwich panel.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

PT Adhi Karya (Persero) Tbk melaporkan penyelesaian proyek LRT Jabodebek secara keseluruhan sudah mencapai 80%. Artinya, proyek ini menyisakan 20% pekerjaan yang belum selesai.

Berdasarkan bahan paparan publik perusahaan, Selasa (15/12/2020), progres terkini LRT Jabodebek untuk Lintasan 1 Cawang-Cibubur 92,4%, Lintasan 2 Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 76,6%, dan Lintasan 3 Cawang-Bekasi Timur 88,7%.

Sementara itu, pembebasan lahan untuk pembangunan depo LRT Jabodebek sudah mencapai 100%, dan perkembangan konstruksinya sudah 31,4%. Sejauh ini pihaknya sudah menerima pembayaran untuk pekerjaan proyek LRT Jabodebek sebesar Rp 10,8 triliun.

Sementara itu, Adhi Karya selalu kontraktor proyek menargetkan LRT Jabodebek beroperasi Juli 2022.

"COD-nya (tanggal beroperasi secara komersial) di awal Juli 2022," kata Direktur Operasi II Adhi Karya, Pundjung Setya Brata melalui pesan singkat kepada detikcom, Jumat (23/10/2020).

Dia menjelaskan, untuk fisik dan system completion memang akan rampung pada Oktober 2021, dan fisik yang bersifat heavy maintenance selesai di Desember 2021.

Selain itu masih ada proses-proses yang harus dilalui sebelum LRT Jabodebek benar-benar beroperasi secara komersial alias mulai mengangkat penumpang.