Luhut Beberkan China Diajak Garap Kereta Cepat ke Surabaya

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 13 Jan 2021 22:37 WIB
Menko Luhut Binsar Pandjaitan dan Menlu Chia Wang Yi di Danau Toba
Foto: Dok, Kemenko Kemaritiman dan Investasi: Menko Luhut Binsar Pandjaitan dan Menlu China Wang Yi
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menggelar pertemuan di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Dalam pertemuan itu dibahas pentingnya kerja sama pengembangan industrial park.

China dan Indonesia akan mengimplementasikan kerja sama bertajuk Two Countries Twin Park yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Fujian yang melibatkan Yuanhong Industrial Park dengan Kawasan Industri Bintan, Kawasan Industri Aviarna, dan Kawasan Industri Batang. Pembangunan ini diharapkan dapat menjadi model untuk kerja sama selanjutnya antara Indonesia dan China.

Selain itu, Pada masa mendatang perusahaan China juga dapat melakukan investasi di Indonesia, khususnya di bidang hilirisasi industri, mobil listrik, dan baterai lithium. Luhut juga mengungkapkan China diajak ikut terlibat dalam proyek kereta cepat yang rencananya dari Jakarta-Bandung, disambung ke Surabaya

"Investasi Tiongkok di Indonesia telah memenuhi 4+1 Rule of Thumb yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, yakni ramah lingkungan, transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja dengan menggunakan tenaga kerja lokal, menciptakan nilai tambah, dan model kerja sama business to business (B2B). Selain itu, proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung juga diharapkan dapat diperpanjang menjadi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung-Surabaya. Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan kepada Presiden Xi Jinping agar RRT dapat berpartisipasi dalam proyek tersebut," ujar Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan tertulis Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Rabu (13/1/2021).

Untuk mematuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia, investor China diminta turut mengembangkan SDM lokal, mulai dari memberikan pelatihan vokasi untuk 11 bidang, seperti terkait Internet of Things, Artificial Intelligence, Big Data, Electric Vehicle, dan manufaktur baterai.

China juga telah berkomitmen untuk mendirikan politeknik industri dan merencanakan untuk meningkatkan jumlah penerima beasiswa dari pelajar Indonesia, ditambah dengan pertukaran tenaga pengajar dan magang kerja.

Langsung klik halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2