Awalnya 12 Jam, Bakauheni-Palembang Kini Cuma 3,5 Jam Lewat Tol

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 26 Jan 2021 11:38 WIB
Penampakan ruas tol siap beroperasi pada 2020
Foto: Dok. Istimewa/Kementerian PUPR
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan tol Trans Sumatera ruas Kayu Agung-Palembang sepanjang 42,5 km. Kini, dari Bakauheni ke Palembang sudah tersambung tol sehingga waktu tempuh menjadi lebih singkat.

Jokowi menjelaskan dari Bakauheni ke Palembang biasanya memakan waktu hingga 12 jam perjalanan darat, dengan estimasi panjang jarak tempuh 373 km. Lewat tol, waktu yang dibutuhkan hanya 3-3,5 jam.

"Dengan selesai dan beroperasinya jalan tol ini, jarak tempuh dari Bakauheni ke Palembang yang berjarak 373 km yang biasanya ditempuh 12 jam perjalanan darat, sekarang hanya perlu waktu 3 sampai 3,5 jam," kata Jokowi saat menyampaikan sambutan di persemaian tol tersebut, ditayangkan melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (26/1/2021).

"Ini akan menjadi sebuah lompatan besar karena menghemat waktu tempuh hingga 75%, dan efisiensi ini jelas akan memberikan kontribusi pada penurunan biaya logistik dan akan memberikan competitiveness/daya saing yang besar bagi Palembang, bagi Lampung," sambungnya.

Jalan bebas hambatan ini merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, Tol Kayu Agung-Palembang ini merupakan poros terpenting dari JTTS.

"Poros utama, backbone (tulang punggung) Sumatera bagian Selatan, ruas terakhir yang menghubungkan Pelabuhan Bakauhuni bisa tembus sampai ke Palembang," sebutnya.

Jokowi juga menegaskan tol ini tidak hanya menghubungkan antar wilayah-antar daerah, tetapi juga untuk membangkitkan perekonomian di pulau Sumatera khususnya di Provinsi Sumatera Selatan, dan juga akan menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, mengembangkan simpul-simpul pertumbuhan ekonomi yang produktif.

Dirinya berpesan kepada pemerintah daerah agar jalan tol ini disambungkan pada sentra-sentra ekonomi, mulai dari pariwisata, kawasan Industri, pertanian, hingga perkebunan supaya manfaat ekonomi dari adanya infrastruktur ini bisa maksimal.

"Ini adalah tugas pemerintah provinsi, tugas pemerintah daerah, dan di sepanjang koridor jalan ini masih banyak lahan yang dapat dikembangkan sebagai kawasan yang produktif, ada potensi besar yang bisa dikembangkan, pertanian, perkebunan, pariwisata, pertambangan yang ini akan meningkatkan nilai ekonomi dari produk-produk yang dihasilkan," jelasnya.

lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2