Daftar Proyek yang Bakal Digarap Lewat LPI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 04 Feb 2021 08:15 WIB
Sejumlah rumah warga di Kampung Sawah, Semper Timur, Jakut, tergusur imbas proyek pembangunan tol. Kawasan itu menjadi bagian pembangunan tol Cibitung-Cilincing
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Lembaga Pengelola Investasi (LPI) dengan nama Indonesia Investment Authority (INA) akan menarik investasi yang digunakan untuk menggarap proyek dalam negeri. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pihaknya memiliki daftar aset yang bisa dikerjasamakan melalui INA.

"Kami memiliki peta jalan untuk tiga hingga lima tahun ke depan tentang daftar aset, jenis aset yang ingin kami transfer ke INA dan bekerja sama dengan investor," katanya dalam acara Mandiri Investment Forum, Rabu (3/2/2021).

Dia mengatakan, di tahun-tahun awal pihaknya bersama LPI akan fokus pada aset infrastruktur. Aset tersebut seperti jalan tol, bandara hingga pelabuhan.

"Dalam dua tahun pertama, kami fokus pada aset infrastruktur, seperti yang saya sebutkan tadi dan juga dalam presentasi seperti jalan tol, bandara dan pelabuhan," katanya.

Pihaknya juga membuka ruang untuk PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang baru saja dibentuk. Dia bilang, bank ini membutuhkan modal ke depannya.

"Seperti diketahui, kami baru saja menggabungkan Bank Syariah Indonesia dan mulai beroperasi kemarin, bank ini akan membutuhkan peningkatan modal yang signifikan dalam jangka menengah. Dan kami ingin melakukan rights issue dan tentunya jika ada match of interest kami akan sangat terbuka bekerja sama dengan investor mulai investor ingin mengambil block seed di BSI kedepannya," paparnya.

Dia juga menuturkan, pihaknya juga membuka ruang untuk sektor teknologi. Dia mengatakan, saat ini Telkom sedang melakukan restrukturisasi. Telkom berencana melepas anak usaha atau spin off.

"Saat ini Telkom sedang melakukan restrukturisasi korporasi, di mana kami ingin melakukan spin off beberapa perusahaan infrastruktur telekomunikasi menjadi beberapa emiten yang berbeda. Ambil contoh perusahaan tower ke depannya bisa juga infra co yang terdiri dari fiber dan juga 5G," ujarnya.

"Jadi ini juga bisa menjadi peluang yang baik, jangka menengah hubungannya dengan INA dan Telkom, di sisi lain dia juga mengembangkan infrastruktur digital dan juga bisnis konsumer melalui Telkomsel dan Telkom," sambungnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2