Pelabuhan Tanjung Carat Sumsel Segera Dibangun, Target Rampung 2023

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Kamis, 11 Feb 2021 23:27 WIB
Pemprov Sumsel
Foto: Dok. Pemprov Sumsel
Jakarta -

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengungkapkan pemerintah pusat memberi respons positif untuk mempercepat realisasi pembangunan pelabuhan laut dalam (deep sea port) Tanjung Carat. Rencananya, groundbreaking akan dilakukan ppada akhir tahun 2021 dan ditargetkan selesai pada 2023 mendatang.

"Kita sangat menantikan keputusan ini. Harapan masyarakat untuk pembangunan pelabuhan ini akhirnya akan segera kita terwujud dan akan dilakukan groundbreaking pada akhir tahun 2021 mendatang," kata Herman dalam keterangan tertulis, Kamis (11/2/2021).

Dalam rapat virtual antara Herman bersama sejumlah pejabat pemerintah pusat di Command Centre Kantor Gubernur Sumsel itu, ia menuturkan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat ini memang diharapkan. Sebab keberadaan pelabuhan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

"Kita mengharapkan adanya pelabuhan ini karena memang dibutuhkan bukan untuk tambahan fasilitas. Puluhan tahun kita nantikan keputusan pembangunan pelabuhan ini dengan melalui proses yang panjang," tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan keberadaan pelabuhan tersebut tentu akan berdampak baik bagi pertumbuhan ekonomi Sumsel. Menurutnya, pelabuhan tersebut akan mempercepat distribusi berbagai produksi hasil Sumsel seperti sawit, karet, hingga batu bara.

"Selama ini kita belum memiliki pelabuhan samudera. Kita harapkan pelabuhan ini dapat mempercepat distribusi berbagai hasil produksi kita. Dengan begitu, ekonomi Sumsel akan semakin baik. Satu kelebihan Sumsel adalah pasarnya sudah tersedia," terangnya.

Selain itu, Herman menerangkan Pelabuhan Tanjung Carat nantinya akan semakin menarik minat investor untuk berinvestasi di Sumsel.

"Sumsel tentu akan menjadi tujuan utama para investor untuk berinvestasi di segala bidang," imbuh Herman.

Ia pun meyakini adanya pelabuhan ini akan berimbas pada sektor lainnya, salah satunya perikanan.

"Pemanfaatan pelabuhan ini terintegrasi. Bukan hanya hasil bumi, tapi juga akan berdampak ekonomi untuk hasil laut. Di mana kita sendiri juga akan menjadikan kawasan itu sebagai tempat pelelangan ikan terbesar. Termasuk juga imbas pada lalu lintas. Kemacetan juga bisa ditekan dengan adanya pelabuhan ini," paparnya.

Sebagai informasi, ada dua pelabuhan besar di Indonesia yang akan dibangun secara bersamaan pada akhir tahun 2021 ini. Yakni pelabuhan di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan dan di Ambon, Maluku.

Herman mengungkap untuk pembangunannya, pemerintah pusat menyiapkan anggaran awal sebesar US$ 69 juta. Sedangkan untuk ground breaking akhir tahun 2021 mendatang, Kementerian Keuangan menyiapkan anggaran Rp 300 miliar untuk masing-masing provinsi tersebut.

"Saya harapkan ini dapat menjadi semangat baru bagi kita. Saya instruksikan jajaran untuk mempersiapkan semua kebutuhan mulai dari administrasinya hingga aksi di lapangan. Termasuk juga untuk Kabupaten Banyuasin agar mempersiapkan diri. Ini berdampak luas bagi kemajuan seluruh Sumsel," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memastikan pembangunan pelabuhan tersebut akan dilakukan pada akhir tahun 2021.

"Diharapkan ini bisa selesai pada tahun 2023," kata Suharso.

Hal senada juga disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Menurutnya, pembangunan tersebut berguna untuk mendongkrak perekonomian.

"Saya harapkan ini bisa berjalan sesuai rencana, karena ini dapat menjadi sarana untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi," jelas Budi.

Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat Sumsel juga mendapatkan dukungan dari Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Harjo Seto. Ia mengatakan dengan adanya pelabuhan Tanjung Carat, Sumsel berpeluang menjadi daerah yang sangat maju dengan pertumbuhan ekonomi yang baik.

"Apalagi Sumsel memiliki hasil bumi seperti batu bara. Ini harus mendapatkan dorongan. Dengan pelabuhan itu, produksi dan permintaan batu bara akan semakin meningkat sehingga pertumbuhan ekonomi semakin pesat," ungkapnya.

(akn/hns)