Terpopuler Sepekan

Proyek Monorel Jakarta Riwayatmu Kini, Besinya Digondol Maling

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 24 Jul 2021 12:45 WIB
Tiang-tiang bekas proyek monorel masih berdiri di kawasan Kuningan dan Senayan Jakarta Selatan. Tiang-tiang itu telah berdiri 16 tahun, di mana pemasangannya dilakukan sejak tahun 2004, namun mangkrak hingga saat ini.
Foto: Vadhia Lidyana
Jakarta -

Proyek pembangunan monorel Jakarta yang mangkrak menjadi sorotan. Banyak besi-besi tiang dicuri orang.

Pencurian besi ini terekam kamera warga dan ramai di media sosial. Sejak 2004 lalu proyek yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya ini mangkrak dan tiang pancang yang sudah berdiri ini menjadi aset Adhi Karya.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Farid Budiyanto mengungkapkan jika pihaknya akan memeriksa terkait kejadian ini.

Mengenai kelanjutan pengembangan proyek yang mangkrak ini, Farid mengatakan pihaknya masih menunggu kebijakan lanjutan dari Pemprov DKI Jakarta. Apakah proyek ini akan dibongkar ataupun dilakukan pengembangan. Pada prinsipnya, Adhi Karya akan menunggu perintah dari Pemprov DKI Jakarta.

"Kebijakan kami masih sesuai dengan sebelumnya (menunggu perintah dari Pemprov DKI)," kata Farid singkat melalui pesan singkat kepada detikcom.

Dari catatan detikcom, pembangunan monorel Jakarta dimulai pada 2004. Sedianya, monorel dibangun untuk mengatasi kemacetan Jakarta dan dirancang membawa dua hingga sepuluh rangkaian gerbong.

Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan pemancangan tiang pancang pertama di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan, pada 14 Juni 2004. Dia menekan tombol sirene sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu Gubernur Jakarta dijabat Sutiyoso.

Namun pada 2008, pengembang sekaligus investor proyek ini, yakni PT Jakarta Monorail (PT JM), dikabarkan pening bukan kepalang karena masalah pendanaan.

Saat itu, tiang-tiang yang kadung dibangun mangkrak menjadi monumen nirfaedah. Nilai proyeknya mencapai US$ 450 juta. PT JM mengaku tidak mampu memenuhi syarat investasi US$ 144 juta.

"Sekarang keputusannya terserah Pak Gubernur. PT JM akan ngikut saja," kata Direktur Utama PT JM Sukmawati Sukur, 12 Maret 2008.

Gubernur Jakarta pada saat itu, Fauzi Bowo alias Foke, memastikan pembangunan proyek monorel dihentikan. Pihak PT JM minta ganti biaya investasi Rp 600 miliar, namun Foke menolak. Saat itu Pemprov DKI hanya akan membayar sesuai rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Saya berpegangan pada rekomendasi BPKP maksimal setinggi-tingginya Rp 204 miliar. Dari segi Pemprov DKI berusaha untuk mengupayakan seefisien mungkin untuk kebutuhan transportasi bagi warga Jakarta," kata Foke, 19 September 2011.

Singkat cerita, secercah harapan muncul untuk tiang monorel yang kadung mangkrak. Hal itu terjadi di era Joko Widodo masih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dia ingin PT Adhi Karya (BUMN) ikut menggarap bersama PT JM.

"Bareng-bareng. Duet-duet. Ngapain harus lama-lama? Ya, bener kok. Serius," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, 20 Desember 2012.

Namun, sebetulnya PT Adhi Karya tidak mau proyek monorel Jakarta berlanjut lagi. Meski begitu, Gubernur Jokowi melakukan peletakan batu pertama pembangunan monorel di Tugu 66, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Hadir pula Komisaris Utama PT Jakarta Monorail Edward Soeryadjaya.



Simak Video "Rekaman Pencurian Besi Tiang Monorel yang Bikin PT Adhi Karya Bereaksi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)