ADVERTISEMENT

Joe Biden Singgung Jakarta Tenggelam, Ini Kabar Bendungan-Tanggul Raksasa

Siti Fatimah - detikFinance
Senin, 02 Agu 2021 18:30 WIB
Selain Bendungan Sukamahi, Kementerian PUPR juga membangun Bendungan Ciawi untuk menangkal banjir menyerbu Jakarta. Intip yuk proyeknya.
Proyek Bendungan Ciawi/Foto: Istimewa/Kementerian PUPR
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden beberapa waktu lalu menyebut prediksi Jakarta tenggelam. Prediksi tersebut terjadi pada 10 tahun mendatang.

Prediksi Jakarta tenggelam bukan yang pertama kalinya. Berdasarkan pemberitaan detikcom, Konsultan risiko Verisk Maplecroft juga sempat memprediksi Jakarta bisa tenggelam pada 2050 karena menghadapi risiko lingkungan.

Pemerintah memiliki sejumlah proyek untuk mengatasi prediksi tersebut. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane sedang menyelesaikan pembangunan dua bendungan kering (dry dam) untuk menangkal banjir Jakarta.

Keduanya adalah Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi di Kabupaten Bogor. Dua proyek bendungan anti banjir Jakarta ini diperkirakan bisa beroperasi pada akhir tahun ini.

"Kita usahakan akhir tahun ini sudah bisa berfungsi," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS) Bambang Heri Mulyono saat dihubungi detikcom, Senin (2/7/2021).

Awalnya Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi ditargetkan rampung pada Juli 2021. Namun, kata Heri, terdapat beberapa kendala di lapangan yang mengakibatkan proyek pembangunan tersebut molor.

"Cuaca. Mayor item pekerjaan bendungan adalah timbunan tanah yang mensyaratkan kadar air tertentu. Dulu diramalkan musim kemarau dimulai akhir April atau awal Mei namun sampai saat ini hujan masih turun di lokasi pekerjaan sehingga pekerjaan tidak bisa maksimal," jelasnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Tonton Video: Pemprov DKI Diminta Buktikan Omongan Biden soal 'Jakarta Tenggelam'

[Gambas:Video 20detik]



Kontrak pekerjaan Bendungan Ciawi ditandatangani pada 23 November 2016 dengan kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya dan PT Sacna. Pembangunannya telah dimulai sejak 2 Desember 2016, pengadaan lahan kedua bendungan dilakukan dengan skema dana talangan di mana kontraktor membiayai terlebih dahulu dan nantinya akan dibayarkan melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Bendungan Ciawi direncanakan memiliki volume tampung 6.05 juta m3 dan luas genangan 39.40 hektar dengan biaya pembangunan sebesar Rp 798,7 miliar. Bendungan ini didesain untuk mengurangi debit banjir yang masuk ke Jakarta dengan menahan aliran air dari Gunung Gede dan Gunung Pangrango sebelum sampai ke Bendung Katulampa yang kemudian mengalir ke Sungai Ciliwung. Rampungnya pembangunan Bendungan Ciawi akan mereduksi banjir sebesar 111,75 m3 per detik.

Selain membangun bendungan, pemerintah juga tengah menyiapkan tanggul laut raksasa di pesisir Jakarta yang bernama Proyek Pengembangan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN)/National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Bob Arthur Lombogia mengatakan, tanggul di pantai utara Jakarta mencapai 46 km. Hingga 2020 sudah ada terbangun tanggul raksasa sepanjang 13 km.

"Sisanya yang belum 33 km. Itu untuk pantai dan muara ya. karena kalau nggak ditangani muaranya air bisa masuk dari muara," terangnya saat dihubungi detikcom.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT