Rel Layang Joglo Rampung, Menhub: Jarak Antarkereta 5 Menit

Ari Purnomo - detikFinance
Minggu, 29 Agu 2021 10:16 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi didampingi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau revitalisasi terminal Tirtonadi, Solo, Sabtu (28/8/2021). (foto:Ari Purnomo/detikcom).
Foto: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi didampingi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau revitalisasi terminal Tirtonadi, Solo, Sabtu (28/8/2021). (foto:Ari Purnomo/detikcom).
Solo -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menaruh harapan besar terkait dengan proyek elevated rel (rel layang) Joglo. Keberadaan rel layang dan double track akan semakin mendukung kebutuhan transportasi masyarakat di masa depan.

"Kalau sekarang dengan jarak antarkereta setengah jam pasti macet, nggak berani kita. Nanti kalau sudah ada elevated atau doubletrack bisa 5-7 menit jarak antarkereta, sesuai kebutuhan," urai Budi di sela meninjau revitalisasi Terminal Tirtonadi, Solo, Sabtu (28/8/2021).

Menurutnya, proyek yang ditargetkan rampung pada 2023 itu akan menjadi angkutan massal perkotaan yang akan digunakan oleh masyarakat. Tidak hanya digunakan oleh masyarakat Solo saja, melainkan juga dari kota lainnya.

"Ini persiapan bahwa angkutan kereta api merupakan keniscayaan angkutan massal perkotaan, Jakarta saja ada 1,2 juta orang naik KA. Nanti orang klaten, Wonogiri, Sragen naik," ucapnya.

Menhub optimis, jika nantinya rel layang sudah ada maka akan mendukung perkembangan di tempat yang lainnya.

"Ini tempat paling krusial, kalau bisa diselesaikan maka ke bandara juga lebih enak," kata dia.

"Kita diskusi tentang palang Joglo, ini diskusi kedua dengan pak wali (Gibran). Palang joglo ini akan buat kereta apinya elevated. Dan jalan nasional itu underpass sehingga perjumpaan berkurang bahkan ada dua jalan yang terpaksa dilakukan tidak boleh masuk," terang Budi.

Menhub menambahkan, nantinya dari 16 konflik persimpangan jalan akan diubah menjadi tujuh konflik saja. Dan untuk proyek ini membutuhkan dukungan besar dari berbagai pihak dan juga masyarakat.

"Persimpangan awalnya 16 jadi 7 konflik, jadi itu butuh effort besar. Fungsinya simpang Joglo untuk kami, kalau underpass di (Kementerian) PU," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, akan segera merampungkan permasalahan nonteknis terkait dengan proyek elevated rel Joglo.

"Kami Pemkot Solo sedang menyelesaikan permasalahan nonteknis. Tetapi tenang saja ini warga Solo semuanya mendukung program pak menteri," kata Gibran.

Selain bisa mengurangi kemacetan dan trafik, lanjut Gibran, proyek ini bisa mendukung percepatan pemulihan ekonomi di Solo.

"Ini kembali lagi untuk percepatan pemulihan ekonomi. Lalin antarkota Solo bisa terkoneksi, diperlancar lagi. Ini jadi salah satu ikhtiar kita untuk mempercepat pemulihan ekonomi di solo. Dan Insyaallah selesai 2023, ini luar biasa sekali," pungkasnya.



Simak Video "Sabtu Besok, Diprediksi Jadi Puncak Keberangkatan Warga ke Pulau Seribu"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)