4 Desa di RI yang Warganya Mendadak Jadi Miliarder

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 06 Sep 2021 21:00 WIB
Masih ingat dengan Kampung Miliarder di Tuban yang viral karena banyak warganya memborong mobil? Begini kondisinya saat ini.
Kampung Miliader Tuban/Foto: Ainur Rofiq

3. Jawa Barat

Warga di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibereum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi sorotan publik. Desa tersebut saat ini dijuluki 'desa miliarder' dan warganya memborong sepeda motor serta mobil. Hal itu tidak terlepas dari adanya pembangunan Bendungan Kuningan.

Pembangunan Bendungan Kuningan membuat 362 kepala keluarga di Desa Kawungsari harus merelakan rumah dan lahannya dibeli pemerintah guna melancarkan proyek nasional tersebut.

Kepala Desa Kawungsari Kusto mengatakan ada 386 bidang tanah beserta bangunan milik warga yang dibeli pemerintah. Dari total bidang tanah itu, menurut Kusto, baru 279 bidang yang telah mendapat uang ganti untung senilai Rp 149 miliar.

"279 bidang sudah cair nilainya Rp 149 miliar. Sisanya masih menunggu pembayaran karena ada beberapa hal yang masih belum lengkap berkasnya," kata Kusto saat ditemui detikcom di kantornya, Senin (22/2/2021).

Menurutnya, uang ganti untung yang diberikan kepada warga jumlahnya berbeda-beda, tergantung dari bidang tanah dan bangunan yang dimiliki. "Yang terkecil itu warga nerima uang ganti untuk Rp 150 juta. Yang paling banyak ada hampir mencapai Rp 1,6 miliar. Kalau saya sendiri dapat Rp 700 juta, tapi saya termasuk yang belum cair uangnya," ujar Kusto.

4. Jawa Timur

Warga di desa Tuban mendadak viral karena memborong ratusan mobil baru. Mereka mendadak menjadi miliarder usai menerima uang ganti rugi pembebasan lahan untuk proyek kilang yang merupakan kerja sama antara Pertamina dan perusahaan asal Rusia, Rosneft.

Aksi yang viral itu terjadi di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban. Hal itu pun dibenarkan oleh Kades Sumurgeneng, Gihanto. Menurutnya, warga beramai-ramai memborong mobil baru usai menerima uang ganti rugi pembebasan lahan untuk pembangunan kilang minyak, dari Pertamina dan Rosneft, perusahaan asal Rusia.

Tanah warga dibayar dengan harga Rp 600 ribu sampai Rp 800 ribu per meternya. Ia menambahkan, uang yang diterima warga terbilang banyak sehingga mereka memutuskan membeli mobil, yang bisa digunakan untuk sehari-hari.

"Sampai sekarang sudah ada sekitar 176 mobil baru yang datang. Terakhir kemarin ada 17 mobil baru," kata Gihanto saat dihubungi detikcom, Selasa (16/2/2021).

Menurutnya, rata-rata warga mendapatkan uang ganti rugi pembebasan lahan oleh Pertamina Rp 8 miliar. Lalu ada warga dengan kepemilikan lahan 4 hektare yang menerima Rp 26 miliar.

"Ada juga warga Surabaya yang memiliki lahan di sini mendapat Rp 28 miliar," imbuh Gihanto.


(acd/ara)