Digarap Konsorsium RI-Jepang, Pelabuhan Patimban Operasi Desember 2021

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 07 Sep 2021 19:20 WIB
CT Corp di Konsorsium Patimban
Foto: CT Corp di Konsorsium Patimban (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, konsorsium Indonesia-Jepang akan segera terbentuk dan mengoperasikan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, mulai Desember 2021.

"Kita akan melakukan kegiatan pertama kali di Pelabuhan Patimban oleh konsorlim itu adalah bulan Desember," ujar Budi dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Selasa (7/9/2021).

Lebih lanjut, Konsorsium Patimban asal Indonesia ini terdiri dari PT CTCorp Infrastruktur Indonesia, PT Indika Logistic & Support Services, PT U Connectivity Services, dan PT Terminal Petikemas Surabaya menjadi pihak yang ditunjuk sebagai operator Pelabuhan Patimban oleh Kemenhub melalui skema pelelangan.

Pemerintah Jepang juga akan mengikuti kebijakan pembentukan konsorsium Indonesia-Jepang yang sudah disepakati dalam pengoperasian Car Terminal dan Container Terminal di Pelabuhan Patimban, yaitu antara PT Pelabuhan Patimban Internasional dan Toyota Tsusho Corporation yang masih dalam tahap negosiasi.

"Saya sudah sampaikan kepada semua pejabat di Jepang jadi konserlim di Jepang akan mengikuti apa yang kita sepakati, sehingga kaidah-kaidah bisnis harus diikuti. Jadi mereka akan memulai pada Desember ini," ujarnya.

Dia mengatakan, Jepang mendukung optimalisasi Pelabuhan Patimban dengan mengajak perusahaan otomotif asal Jepang untuk memanfaatkan Patimban. Selain itu, mendukung dan membuat konsorsium bersama Indonesia agar tercipta ekosistem yang baik di Indonesia.

Budi juga akan secara khusus mengupayakan kenaikan TKDN Indonesia pada proyek Pelabuhan Patimban yang dikerjasamakan dengan Jepang.

"Kali ini kita membutuhkan dukungan dari pemerintah Jepang dan kami juga me-loby pemerintah Jepang agar TKDN itu makin ditingkatkan dan kita harapkan pada fase-fase pekerjaan yang ada di Patimban akan menimbulkan efesiensi apabila menggunakan TKDN," pungkasnya.

(dna/dna)