Kereta Cepat Dicap Proyek Jebakan China, Jubir Luhut: Terlalu Jauh!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 10 Sep 2021 12:37 WIB
Jalan Galaxy-Cikunir Raya, Jaka Sampurna, Kota Bekasi, telah dibuka. Kini sebanyak 27 tiang pancang Kereta Cepat Jakarta-Bandung menghiasi jalan tersebut.
Foto: Rengga Sancaya

Menanggapi hal itu, Jodi juga membenarkan bila proyek ini dikejar oleh Jepang dan China. Namun, bukan karena alasan lebih murah, menurut Jodi pemerintah memiliki evaluasi tersendiri sehingga China yang terpilih untuk bekerja sama menggarap proyek ini.

"Dulu Jepang dan China sama-sama mengejar proyek tersebut. Dan setelah dilakukan evaluasi oleh pemerintah maka diputuskan China sebagai pemenang," ungkap Jodi.

Lebih lanjut, Jodi mengatakan memang ada kenaikan biaya, namun hal itu bukan karena kelalaian China. Kebanyakan hal itu terjadi imbas dari pandemi COVID-19.

Diakui Jodi, proyek ini kini dipantau langsung oleh Luhut mulai dari bulan November 2019 silam. Sejak saat itu juga, PT KCIC selaku penanggung jawab proyek melakukan efisiensi di segala aspek.

PT Kereta Cepat Indonesia China alias KCIC sendiri merupakan konsorsium dari perusahaan gabungan BUMN dalam PT PSBI dan gabungan perusahaan kereta China, Beijing Yawan.

"Maka setelah Pak Luhut dilibatkan di bulan November 2019 terus mendorong supaya KCIC semaksimal mungkin melakukan efisiensi di berbagai aspek," ungkap Jodi.

"Cost overrun saat ini masih dalam negosiasi dan tahap pembahasan di tingkat kementerian, BUMN sponsor dan juga pemerintah," tambahnya.


(hal/eds)