3 Proyek Stasiun Dikebut, Sudah Sampai Mana Progres Kereta Cepat JKT-BDG?

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 18 Okt 2021 16:12 WIB
Kejar target untuk beroperasi di tahun 2022 mendatang, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, terus dikebut pembangunannya. Salah satunya di kawasan Jatibening, Kota Bekasi.
3 Proyek Stasiun Dikebut, Sudah Sampai Progres Kereta Cepat JKT-BDG?

Sedangkan Electric Multiple Unit (EMU) atau kereta yang akan digunakan ketika operasional nanti, saat ini sedang dalam tahap produksi di pabrik China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Sifang yang berada di Qingdao, Tiongkok. Termasuk juga pembuatan Comprehensive Inspection Train (CIT) atau Kereta Inspeksi yang nantinya akan digunakan untuk pengecekan rutin jalur kereta cepat guna memastikan keamanan dan kehandalan pengoperasian KCJB.

Untuk persiapan operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung, PT KCIC dengan Kementerian Perhubungan saat ini sedang melakukan pembahasan dan harmonisasi Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan untuk mendukung pengoperasian KCJB. Di sisi lain, dilakukan juga pelatihan SDM hingga pembuatan SOP sebagai bagian dari persiapan Operation & Maintenance Readiness.

"Dengan semua upaya maksimal yang kami lakukan, diharapkan target pengoperasian KCJB di akhir tahun 2022 bisa tercapai," ujarnya.

Seperti yang diketahui, pada fase pengoperasian awal yang ditargetkan di akhir tahun 2022, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menempuh trase sepanjang 142,3 kilometer. Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan melintasi 9 kota dan kabupaten di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat. Stasiun keberangkatan sekaligus kedatangan kereta cepat berada di wilayah Jakarta, yakni melalui Stasiun Halim, kemudian melintasi Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang dan berakhir di Stasiun Tegalluar.

Didukung dengan keberadaan Depo di Tegalluar sebagai tempat perawatan dan pemeriksaan EMU, kereta berjenis CR400AF yang memiliki kecepatan desain maksimum hingga 400 km/jam dan kecepatan operasi maksimum 350 km/jam merupakan kunci konektivitas dan efisiensi yang melebur batas geografis Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat.


(das/fdl)