Layanan Bank Digital Rawan 'Disusupi' Penjahat, Ini Tips Biar Aman

ADVERTISEMENT

Layanan Bank Digital Rawan 'Disusupi' Penjahat, Ini Tips Biar Aman

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 29 Okt 2021 13:57 WIB
Fintech
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta -

Bank digital merupakan masa depan layanan perbankan. Dengan bank digital ini para nasabah tak perlu lagi mendatangi kantor cabang untuk pembukaan rekening, transaksi atau bertemu customer service.

Semuanya bisa dilakukan melalui ponsel pintar. Seperti membuka rekening bisa dilakukan di mana saja tak perlu lagi mengikuti jam operasional bank. Mengirimkan uang atau transfer lintas bank juga menjadi lebih murah.

Layanan bank digital ini menawarkan kemudahan serta efisiensi yang membuat nasabah merasa nyaman.

Tapi ketika menggunakan layanan bank digital ini, nasabah juga harus memahami jika keamanan data dan dana juga sepenuhnya tanggung jawab pengguna.

Cyber Security Researcher & Consultant Teguh Aprianto mengungkapkan pandemi ini mengubah perilaku masyarakat dalam mengadopsi teknologi.

Tapi ini juga diikuti dengan naiknya kejahatan siber yang mengintai pengguna platform digital. Salah satunya adalah modus social engineering yang paling sering ditemukan.

Oleh karena itu, sebagai pengguna layanan, terutama dalam ranah digital, nasabah juga harus lebih berhati-hati saat menerima telepon, pesan singkat, ataupun pesan melalui media sosial yang mengaku dari pihak bank tertentu yang meminta data-data atau informasi bersifat pribadi dan rahasia, atau mengklik suatu tautan tertentu.

"Penyedia layanan bertanggung jawab untuk menjaga keamanan data dan dana nasabah, namun nasabah juga perlu waspada untuk turut melindungi data milik mereka agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," ujar dia dalam keterangannya, Jumat (29/10/2021).

Karena itu nasabah harus waspada dengan modus-modus kejahatan yang mungkin terjadi. Digital Banking Head Bank BTPN Irwan Tisnabudi mengungkapkan saat ini kasus penipuan yang terjadi pada nasabah merupakan kejahatan siber dengan rekayasa sosial.

"Kami di Jenius sudah dilengkapi dengan sistem keamanan berlapis untuk memastikan keamanan bertransaksi dan penyimpanan data. Kami juga menggunakan teknologi berstandar internasional, isolasi dan proteksi data berlapis dan diawasi BI serta OJK," ujar dia.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT