3 Fakta Terbaru Rencana Penutupan Bandara Halim Perdanakusuma

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 10 Nov 2021 07:15 WIB
Penerbang domestik selain mudik dibuka kembali bagi penumpang bersyarat. Meski dibuka lagi, suasana di Bandara Halim Perdanakusuma terpantau sepi pagi ini.
Foto: Rengga Sancaya

2. Alasan Revitalisasi

Menurut Adita, revitalisasi bandara dilakukan untuk meningkatkan faktor keselamatan. Adita mengatakan telah terjadi penurunan kualitas besar-besaran di bandara Halim Perdanakusuma.

Misalnya saja, runway alias landasan pacu bandara yang kerap kali mengalami kerusakan. Bahkan, baru kemarin runway Halim Perdanakusuma sempat dikabarkan terkelupas.

"Mengapa revitalisasi dilakukan? Karena kita pertimbangkan faktor keselamatan. Bandara Halim ini punya peran dan fungsi vital, namun saat ini terjadi penurunan kualitas elemen bandara termasuk yang terjadi di runway Halim Perdanakusuma," ungkap Adita.

Sementara itu, menurut Direktur PT Indojet Sarana Aviasi Stefanus Gandi, penutupan ini dilakukan bukan hanya untuk revitalisasi saja, tapi juga dalam rangka persiapan Bandara Halim Perdanakusuma untuk digunakan pada gelaran KTT G20 tahun depan.

Dia bilang wacana penutupan memang sudah beredar di lingkungan bandara. Dirinya sendiri mendapatkan kabar ini dari pihak ground handling bandara.

"Wacana penutupan memang ada, kami sudah dapat kabarnya. Penutupan katanya untuk persiapan event tahun depan, G20 di 2022 itu tahun depan. Dari info yang kami dapat dan terima ya terkait persiapan dari G20. Revitalisasi iya, tapi terkait G20. Info yang kami terima seperti itu," ungkap Stefanus ketika dihubungi detikcom, Minggu (7/11/2021).

Sekedar informasi, perusahaan Stefanus adalah salah satu operator penyewa jasa private jet yang menggunakan Bandara Halim Perdanakusuma sebagai homebase. Beberapa penerbangan jet pribadi yang dilakukan Indojet dilakukan dari Halim Perdanakusuma.

3. Kondisi Terkini

Kembali ke Adita, dia menegaskan Bandara Halim Perdanakusuma masih beroperasi seperti biasa, meskipun dikabarkan akan tutup. Saat ini aktivitas penerbangan, baik yang komersial maupun kemiliteran masih bisa berjalan dengan normal.

Dia menyampaikan seluruh penerbangan komersial, baik yang berjadwal maupun yang tidak berjadwal pun masih bisa menggunakan fasilitas Bandara Halim Perdanakusuma.

"Sampai saat ini Bandara Halim masih beroperasi seperti biasa. Penerbangan komersial, aktivitas kemiliteran juga masih berjalan seperti biasa. Sekali lagi bagi masyarakat, untuk penerbangan komersial yang berjadwal dan tidak berjadwal masih berlangsung seperti biasa," ungkap Adita.

Di sisi lain, soal revitalisasi yang berujung dengan penutupan bandara, Adita mengatakan Kemenhub akan memberikan waktu dan kesempatan bagi semua pemangku kepentingan untuk mempersiapkan diri.

"Kami juga akan berikan waktu bagi maskapai, operator, dan seluruh stakeholder terkait untuk siapkan diri jika kemudian akan dilakukan revitalisasi dan akan ditegaskan kapan akan dimulai," pungkas Adita.


(hal/eds)