Ini Sebab Musabab Skytrain Bandara Soetta Masih 'Dikandangkan'

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 16 Nov 2021 12:53 WIB
Skytrain Bandara Soekarno-Hatta telah beroperasi. Perpindahan traveler dari Terminal 1 hingga Terminal 3 pun jadi lebih mudah.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Skytrain di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sudah lebih dari setahun belum beroperasi. PT Angkasa Pura II (Persero) membenarkan hal tersebut.

VP Corporate Communication PT Angkasa Pura II (Persero), Yado Yarismano menyebut, salah satu alasan mengapa Skytrain belum beroperasi karena traffic yang dilayani Bandara Soekarno-Hatta saat ini masih sepi.

"Dalam kondisi pandemi ini mempertimbangkan prokes serta jumlah traffic yang dilayani bandara Soekarno-Hatta yang ada saat ini masih kurang dari 50% jika dibandingkan dengan masa normal," katanya kepada detikcom, Selasa (16/11/2021).

Ditambah lagi, terminal yang beroperasi di bandara Soetta saat ini hanya dua terminal, yaitu terminal dua dan terminal tiga.

"Untuk transportasi antarterminal ini kami sediakan shuttle bus untuk sarana transportasi antar terminal," ungkapnya.

Yado menjelaskan bahwa penonaktifan skytrain hanya bersifat sementara. Namun, AP II sendiri belum ada rencana dalam waktu dekat mengoperasikannya kembali.

"Belum ada. Seperti yang saya info, mobilitasnya sendiri juga masih dinamis dan untuk saat ini traffic yang ada masih di bawah 50% dari traffic normal," imbuhnya.

Dalam catatan detikcom skytrain bandara Soetta sudah tidak beroperasi sejak awal pandemi 2020. Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, M Holik Muardi menjelaskan, pandemi COVID-19 memberikan dampak yang besar bagi pengelola bandara. Sebab itu, pengelola bandara melakukan efisiensi.

"Karena selain traffic turun, penumpang turun, sehingga itu kami harus melakukan efisiensi, melakukan cost leadership di internal kami. Jadi untuk Terminal 1 juga sampai saat ini belum dioperasikan. Dan airlines yang beroperasi pun belum normal seperti seperti sebelum pandemi sehingga kami tetap melakukan efisiensi itu," katanya.

(eds/eds)