ADVERTISEMENT

Krisis Air Bersih Masih Jadi Ancaman, Solusinya Gimana?

Elsa Azzahra - detikFinance
Rabu, 22 Des 2021 22:30 WIB
Krisis air bersih kini telah menjadi salah satu masalah utama yang harus segera diatasi pemerintah provinsi DKI Jakarta. Menghadapi kondisi tersebut, PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), ikut aktif terlibat menyediakan pasokan air baku bagi masyarakat di wilayah Jakarta. Petugas mengecek instalasi pengolahan air Palyja di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (10/08/2015). Rengga Sancaya/detikcom.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Saat ini air bersih masih menjadi masalah di beberapa wilayah di Indonesia. Pasalnya banyak masyarakat yang masih mengalami kekurangan air bersih sampai sanitasi yang kurang layak

Dari data Kementerian PPN/Bappenas saat ini sebaran akses air minum perpipaan nasional baru mencapai angka 20,69% dengan 19 Provinsi masih memiliki akses di bawah rata-rata nasional.

Koordinator Lintas Bidang Air Minum dan Sanitasi Direktorat Perumahan dan Permukiman, Kementerian PPN/Bappenas Nur Aisyah Nasution mengatakan saat ini pemerintah sudah menyiapkan roadmap untuk menambah akses air minum perpipaan di daerah urban.

Dia menjelaskan kota besar dan metropolitan menjadi sasaran prioritas. "Baru Surabaya yang mencapai 98% akses perpipaan, sementara daerah lain banyak yang belum sampai 40%," kata dia, Rabu (23/12/2021).

Nur Aisyah menyebutkan target pemerintah, nantinya seluruh masyarakat Indonesia bisa mencapai akses air minum perpipaan 100% pada 2030.

Menurut dia hal ini tidak akan bisa tercapai tanpa dukungan semua stakholder dan juga masyarakat.

Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Arief Wisnu Cahyono mengatakan secara umum panjang pipa air minum di Surabaya mencapai 6.000 kilometer (km).

Namun, 50% pipa yang saat ini digunakan sudah berusia lebih dari 25 tahun. Bukan cuma itu, beberapa pipa masih berukuran 1-2 inci, yang apabila dihitung dengan kebutuhan pasokan debit air sekarang tidak memadai.

"Terutama kami sebut di zona 3 belum terlayani 100% sudah pasang meteran tapi air tidak mengalir 100%. Oleh karena itu, kami sudah siapkan tim dan anggaran untuk tahun depan untuk memperbaikinya," jelas Arief.

Pada 2022, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya berencana mengganti 150 km pipa dan juga ukuran pipa untuk mengurangi kendala di sisi distribusi. Dengan harapan, pada 2023 sudah 100% jaringan pipa airnya mampu melayani masyarakat Surabaya.

Ada beberapa tantangan lain, misalnya mengenai perpipaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tinggal di pinggiran rel, bantaran sungai, atau yang selama ini terkendala masalah legalitas untuk bisa menjadi pelanggan PDAM, Arief mengungkapkan apresiasinya kepada Coca Cola Company yang mendukung program Master Meter.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT