Mau Direvitalisasi Mulai 1 Januari, Kondisi Bandara Halim Memprihatinkan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 26 Des 2021 13:15 WIB
Penerbang domestik selain mudik dibuka kembali bagi penumpang bersyarat. Meski dibuka lagi, suasana di Bandara Halim Perdanakusuma terpantau sepi pagi ini.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Bandara Halim Perdanakusuma bakal ditutup dalam waktu dekat. Per 1 Januari 2022 mendatang bandara yang terletak di Jakarta Timur ini akan ditutup untuk direvitalisasi.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Fadjar menyatakan penutupan yang disertai revitalisasi ini adalah perintah langsung Presiden Joko Widodo.

"Bahwa Bandara Halim akan ditutup mulai tanggal 1 Januari ini adalah perintah Bapak Presiden," kata Fadjar saat acara Press Tour and Media Gathering di Gedung Ardhya Loka, Kompleks Halim Perdanakusuma, Cililitan, Jaktim, Rabu (22/12/2021).

Fadjar juga mengungkapkan alasan bandara ini direvitalisasi karena kondisi bandara yang sudah sangat memprihatinkan. Khususnya pada bagian runway atau landasan pacu bandara.

Dia mengatakan Presiden Jokowi telah merasakan sendiri kasarnya permukaan runway di Halim Perdanakusuma. Dia bilang runway bandara ini sudah sangat kasar.

"Karena Pak Presiden merasakan betul runway-nya sudah kasar. Bapak-bapak mungkin yang naik pesawat dari Halim merasa berbeda. Oleh karena itu beliau memerintahkan untuk merevitalisasi, utamanya runway," ucap Fadjar.

Fadjar juga mengatakan runway Halim pun sudah sangat tua usianya. Bahkan tanah di sekitar bandara pun nampaknya sudah mengalami penurunan.

"Runway-nya memang sudah usia tua dan tanah di sekitar Halim ini sedikit, bukan labil ya, saya kurang paham mengenai tanah, tapi yang jelas juga terjadi penurunan," imbuh Fadjar.

Saking memburuknya kualitas bandara, Fadjar menyebut kondisi runway Halim sudah mendekati ambang batas aman. Maka dari itu revitalisasi wajib dilakukan.

"Mungkin ada semacam air tanah dan lain sebagainya, tapi akibatnya runway itu sudah mendekati ambang batas aman," tegas Fadjar.

Dilansir dari website Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, bandara Halim memiliki runway seluas 3.000 x 45 meter atau sekitar 135.000 meter persegi. Dengan taxiway alias landasan penghubung seluas 150 x 30 meter atau 4.500 meter persegi.

Sementara itu, area parkir pesawat alias apron di Halim Perdanakusuma luasnya 469,5 x 135 meter atau mencapai 63.382,5 meter persegi. Bandara ini mampu menampung 7 kali pesawat jumbo jet atau B-747.

Kemudian, luas terminal penumpang di bandara ini mencapai 5.548 meter persegi. Dua bandara lainnya yang terletak dekat dengan Halim adalah Bandara Soekarno-Hatta dengan jarak 30,59 km dan Bandara Budiarto dengan jarak 36,03 km.

Kondisi bandara Halim yang memprihatinkan juga pernah disoroti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dia mengungkapkan, kondisi Bandara Halim Perdanakusuma sudah sangat mengkhawatirkan dari segi keselamatan. Setidaknya 30-40% landasan pacu (runway) pesawat bermasalah.

"Jadi memang ada inisiatif melakukan revitalisasi karena keselamatan di sana itu sangat mengkhawatirkan, terutama runway-nya sudah bermasalah kondisinya 30-40%," kata Budi Karya saat ditemui di sela-sela peresmian ruas jalan tol Serang-Rangkasbitung, Selasa (16/11/2021) lalu.

Selain itu, masalah lain yang terjadi di Bandara Halim juga adanya kondisi banjir yang mengancam keselamatan Bandara. "Banjir juga masalah, jadi kita melakukan penyelamatan dari safety bandara itu," ujarnya.



Simak Video "Bandara Halim Tutup Sementara, Penerbangan Dipindah Ke 5 Bandara Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)