Heboh Temuan Rel Trem di Proyek MRT Jakarta Fase 2A, Mau Diapakan?

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 27 Des 2021 17:00 WIB
Sejumlah alat berat pembangunan MRT Jakarta fase 2A paket kontrak atau CP 203 Glodok-Kota melakukan penggalian di lokasi ditemukannya rel trem di Glodok, Jakarta, Sabtu (25/12/2021). PT MRT Jakarta bersama arkeolog saat ini masih menginvestigasi rel trem yang ditemukan di bawah beton saat kegiatan tes tanah tersebut. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta -

Banyak artefak bersejarah ditemukan di lokasi proyek MRT Jakarta. Terbaru, PT MRT Jakarta menemukan rel kereta trem dari zaman Belanda di lokasi proyek fase 2A Glodok-Kota.

Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim mengatakan rel trem itu ditemukan di bawah jalur busway, tepatnya di Jalan Pintu Besar Selatan dengan kedalaman rel yang tidak sama. Dalamnya berkisar antara 15-110 cm dari permukaan jalan.

"Pembahasan sudah berjalan cukup panjang bagaimana kita mau menangani temuan ini. Dari pemindahan, termasuk penyimpanannya," kata Silvia dalam konferensi pers virtual, Senin (27/12/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Arkeolog dari Universitas Indonesia (UI), Junus Satrio Atmodjo mengatakan pihaknya sudah memperkirakan bahwa akan ditemukan rel trem. Selama ini jalur tersebut hanya ditutup dan dilapisi aspal.

"Dalam data yang kita peroleh, kita bisa mengetahui bahwa di jalur CP2 maupun CP3 akan ada situs arkeologi yang sudah terekam sejak dari jaman Belanda. Khusus di Jalan Pintu Besar Selatan, kita sudah memperkirakan akan ditemukan rel trem," tuturnya.

Untungnya rel trem tersebut saat ditemukan masih dalam kondisi baik, jadi disebut sangat mungkin untuk dilakukan pemindahan dan disimpan kemudian. Saat ini sementara disimpan di Perum Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) sebagai pemilik.

"Apa yang akan kita lakukan setelah itu, masih sangat terbuka, masih ada waktu 4 tahun untuk kita membahas. Kalau pun akan kita pugar bagaimana cara mempugarnya, akan kita sampaikan kepada publik itu waktunya masih banyak. Sementara di lokasi PPD karena pemiliknya adalah PPD, nanti dari situ akan kita konservasi dan ya kita putuskan lah setelah ini apa yang akan kita lakukan," jelasnya.

Junus menyebut rel trem yang ditemukan merupakan salah satu yang tertua di Indonesia, sehingga pihaknya ingin menyelamatkan warisan budaya yang sangat berharga itu, agar jangan sampai rusak.

"Rel trem pertama berdasarkan catatan kita itu dibangun 1869. Itu artinya dua tahun setelah dibangunnya sistem kereta api yang menghubungkan antara Semarang dengan ke Tanggung, ini adalah rel kereta api pertama di Indonesia. Dua tahun setelah itu dibangun rel trem di Jakarta, jadi yang kita hadapi sekarang ini adalah rel trem yang tertua juga di Indonesia," imbuhnya.

(aid/dna)